Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Ekonomi Zona Euro Merosot Bersamaan dengan Kebijakan Lockdown

Zona euro mengharapkan 2020 sebagai waktu bagi ekonominya untuk menjadi sedikit lebih tenang usai ketegangan perdagangan sepanjang tahun lalu dan bahkan memproyeksikan stabilisasi pertumbuhan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  18:20 WIB
Ilustrasi Zona Euro
Ilustrasi Zona Euro

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen ekonomi di zona Euro anjlok di tengah penyebaran virus corona yang memaksa bisnis di sebagian besar wilayah ditutup dan prospek bahwa kehidupan akan kembali normal dalam waktu dekat terus berkurang.

Dilansir melalui Bloomberg, pembacaan awal Komisi Eropa yang akan dirilis pada akhir kuartal ini menunjukkan bahwa prospek dunia dan ekonominya menjadi kacau.

Pada saat yang sama, dewan penasihat ekonomi Jerman mengatakan pada Senin (30/3/2020), bahwa ekonominya mungkin akan menyusut sebesar 5,4 persen tahun ini jika kebijakan lockdown tidak dicabut hingga pertengahan Mei.

Zona euro mengharapkan 2020 sebagai waktu bagi ekonominya untuk menjadi sedikit lebih tenang pasca ketegangan perdagangan sepanjang tahun lalu dan bahkan memproyeksikan stabilisasi pertumbuhan.

Namun harapan ini pupus setelah terjadi kepanikan di pasar terkait potensi resesi yang lebih parah dari yang dialami setelah krisis keuangan 2008.

Semua perusahaan, besar maupun kecil terguncang di bawah serangan pandemi.

Penutupan pabrik Volkswagen yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa dan Amerika Serikat membebani produsen mobil terbesar dunia itu hingga 2 miliar euro atau senilai US$2,2 miliar per pekan.

Sementara produsen lain meyakinkan mereka dapat mengatasi situasi selama beberapa pekan ke depan, banyak bisnis kecil, restoran dan toko mungkin berada di ambang kebangkrutan.

Indeks Komisi Eropa merosot ke level terendah sejak pertengahan 2013, dengan suasana yang memburuk di semua sektor, bersama dengan perkiraan untuk permintaan dan lapangan kerja di masa depan.

"Penurunan terlihat paling signifikan terutama di sektor jasa dan ritel," seperti dikutip melalui Bloomberg.

Indeks tersebut kemungkinan masih menunjukkan sentimen yang lebih positif terhadap krisis karena sebagian besar tanggapan industri dilakukan sebelum langkah-langkah pengendalian yang lebih ketat terhadap pandemi virus corona diberlakukan.

Pemerintah di zona euro berusaha mendukung ekonomi dengan menggelontorkan sejumlah stimulus bernilai besar. Negara-negara seperti di Prancis, Italia, dan Spanyol juga menyerukan agar sumber daya keuangan zona euro dikumpulkan untuk menopang beban biaya.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa telah berkomitmen untuk membeli lebih dari 1 triliun euro utang dan memberikan bantuan kepada bank untuk mengatasi dampak dari virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

zona euro Lockdown
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top