Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Laju, Hong Kong Batasi Pertemuan Maksimum 4 Orang

Hong Kong juga menutup bioskop, gimnasium serta pusat perbelanjaa setelah mencatatkan lonjakan kasus virus corona harian terbasar pada hari ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  21:09 WIB
Petugas menggunakan baju khusus berjaga di luar pintu masuk ke gedung perumahan Hong Mei House di Cheung Hong Estate di distrik Tsing Yi, Hong Kong, China, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Hong Kong mengevakuasi warga di sebuah gedung setelah dua pasien di Pusat Perlindungan Kesehatan yang berasal dari tempat tersebut terinfeksi virus corona. Bloomberg - Justin Chin
Petugas menggunakan baju khusus berjaga di luar pintu masuk ke gedung perumahan Hong Mei House di Cheung Hong Estate di distrik Tsing Yi, Hong Kong, China, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Hong Kong mengevakuasi warga di sebuah gedung setelah dua pasien di Pusat Perlindungan Kesehatan yang berasal dari tempat tersebut terinfeksi virus corona. Bloomberg - Justin Chin

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong mengumumkan rencana untuk melarang pertemuan lebih dari empat orang dan menutup bioskop, gimnasium serta pusat perbelanjaan, setelah mencatatkan lonjakan kasus virus corona harian terbesarnya hari ini.

Negara yang menjadi pusat keuangan Asia itu melaporkan 65 kasus virus corona baru hari ini. Dalam dua minggu terakhir, kasus meningkat lebih dari tiga kali lipat menajdi 518. Lonjakan disebabkan ratusan warga Hong Kong yang kembali dari luar negeri sebelum pemerintah menutup akses pada 19 Maret 2020.

Lonjakan ini mengkhawatirkan pemerintah lokal dan penduduk setelah penyebaran Covid-19 sebagian besar telah terkendali selama dua bulan terakhir. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan telah meminta kepada restoran untuk mengurangi kapasitas hingga setengahnya.

Restoran juga diimbau untuk memberi jarak pada masing-masing meja setidaknya 1,5 meter, membatasi tempat duduk hingga 4 orang per meja dan memberlakukan pemeriksaan suhu bagi pengunjung yang masuk. Peraturan ini mulai berlaku Senin pekan depan. Pusat kebugaran dan bioskop akan ditutup mulai Sabtu pukul 6.

Namun sementara ini, tidak ada batasan untuk pernikahan dan pemakaman. Lam juga melarang penjualan alkohol sementara waktu. Kebijakan ini dianggap kontroversial bagi masyarakat Hong Kong karena ekonominya bergantung pada bar dan tempat hiburan malam. Lam mengakui bahwa kebijakan itu akan menjadi pukulan bagi bisnis lokal.

"Namun demi kesehatan masyarakat dan perang melawan virus, kita harus mengambil langkah ini," katanya, dilansir Bloomberg, Jumat (27/3/2020).

Dia menambahkan bahwa pemerintah Hong Kong akan membahas stimulus lebih lanjut dan meminta pengusaha untuk tidak melakukan PHK di masa-masa sulit ini.

Selain itu, Hong Kong menerapkan karantina wajib bagi warga yang baru tiba dari negara-negara terdampak corona dan baru-baru ini menutup akses bagi turis selama dua minggu. Hong Kong juga merupakan wilayah pertama yang memutuskan penutupan sekolah, museum dan gedung pemerintah setelah virus itu menyebar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internasional hong kong Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top