Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Erick Thohir Pastikan Kebutuhan Logistik di RS Darurat Covid-19 Terpenuhi

Berdasarkan informasi terakhir, jumlah pasien yang dirawat di RS tersebut sudah mencapai 102 orang.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  12:57 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan kebutuhan logistik untuk operasional RS Darurat Corona di Wisma Atlit Kemayoran dapat terpenuhi dengan baik.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan telah berkoordinasi dengan para Wakil Menterinya untuk memastikan hal itu. Dia mengatakan, kebutuhan ke depan akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan pasien yang cukup cepat. Berdasarkan informasi terakhir, jumlah pasien yang dirawat di RS tersebut sudah mencapai 102 orang.

“Saya terus pantau keadaan Wisma Atlet, saya cukup risau, ketika jumlah pasien dari 21 jadi 102, saya juga belum cek lagi hari ini. Saya hari ini rapat dengan Wamen-wamen, memastikan logistik di sana, baik makanan atau medis harus siap,” ujarnya melalui konferensi jarak jauh, Selasa (24/3/2020).

Dia menuturkan pemerintah juga memastikan akan memproduksi dan mendistribusikan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk penanganan virus corona. Untuk masker, Pemerintah tengah memproduksi sekitar 4,7 juta masker dan mulai didistribusikan melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI.

Erick mengatakan pada bulan depan RNI akan kembali memproduksi masker. Produksi juga akan dilakukan oleh sekitar 30 perusahaan swasta. Proses produksi, lanjutnya, akan lebih mudah seiring dengan dilonggarkannya aturan bea masuk bahan baku masker tersebut.

Sementara itu untuk alat pelindung diri (APD), pemerintah masih akan mengandalkan impor. Kementerian BUMN juga akan memaksimalkan pesawat kargo milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk mempercepat proses impor. Padahal, di dalam negeri tercatat ada sejumlah perusahaan tekstil yang mampu memproduksi alat tersebut.

“BUMN seperti disampaikan tadi berupaya bersama-sama membeli APD dari luar negeri untuk penuhi di dalam negeri, Garuda juga sudah siap untuk kargonya,” ujarnya.

Selain masker, Erick juga mengatakan pihaknya menyiapkan obat yang seperti Zitrhomax dan Chloroquine yang dibutuhkan untuk penanganan virus corona. Produksi dan distribusi obat ini dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Dia mengatakan perusahaan BUMN, swasta, dan pemerintah terus berkoordinasi untuk mencegah penyebaran virus corona, khususnya untuk memastikan kebutuhan operasional RS Darurat Corona di Wisma Atlet, dapat terpenuhi dengan baik.

“Keberadaan RS Darurat di Wisma Atlet ini bukan gaya-gayaan, tapi ini terobosan, untuk memastikan ketika ada kesulitan RS penuh, ada alternatif lain,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top