Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selandia Baru Terapkan Lockdown 2 Hari ke Depan

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan langkah-langkah tersebut, yang akan tetap berlaku setidaknya selama empat minggu untuk memutus rantai penularan masyarakat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  10:36 WIB
Danau Wakatipu di Queenstown, Selandia Baru. JIBI - BISNIS/Arief Budisusilo
Danau Wakatipu di Queenstown, Selandia Baru. JIBI - BISNIS/Arief Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA - Selandia Baru akan melakukan lockdown atau karantina wilayah secara nasional dalam waktu dua hari untuk membatasi penyebaran virus corona.

Setiap rumah tangga diharuskan untuk melakukan isolasi diri, semua bisnis yang tidak penting dan sekolah-sekolah akan ditutup. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan langkah-langkah tersebut, yang akan tetap berlaku setidaknya selama empat minggu untuk memutus rantai penularan masyarakat. Tanpa langkah radikal itu, puluhan ribu jiwa akan berisiko dan layanan kesehatan akan menerima pasien melebihi kapasitas.

"Keputusan [lockdown] ini akan menempatkan batasan paling signifikan pada gerakan Selandia Baru dalam sejarah modern. Ini bukan keputusan yang diambil dengan enteng. Namun ini adalah kesempatan terbaik kita untuk memperlambat virus dan menyelamatkan nyawa," kata Ardern dilansir Bloomberg, Senin (23/3/2020).

Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah kasus virus Corona yang dikonfirmasi di Selandia Baru melonjak 36 menjadi 102 hari ini. Ada dua kasus yang tidak dapat dilacak dan dianggap sebagai bukti pertama penularan masyarakat.

Bank sentral sebelumnya mengumumkan akan meluncurkan program pembelian aset skala besar untuk meredam dampak ekonomi dari krisis. Indeks 50 besar saham nasional anjlok 10 persen hari in, memperpanjang penurunannya sejak 21 Februari menjadi lebih dari 30 persen.

Menteri Keuangan Grant Robertson meluncurkan serangkaian langkah-langkah stimulus ekonomi baru. Dia mengatakan pemerintah akan memperluas skema subsidi upah untuk semua bisnis yang terkena dampak, meningkatkan biaya menjadi 9,3 miliar dolar New Zealand (US$5,2 miliar) dari 5,1 miliar dolar New Zealand, untuk memastikan semua pekerja menerima pendapatan selama penutupan.

Pemerintah, bank sentral dan bank-bank ritel pada prinsipnya juga setuju untuk memberikan dukungan signifikan bagi pemegang cicilan rumah atau KPR, dengan perincian yang harus diselesaikan.

Ardern mengatakan supermarket, dokter, apotek, stasiun layanan dan akses ke layanan perbankan penting akan tetap tersedia di seluruh Selandia Baru.

"Jika Anda tidak memiliki kebutuhan mendesak, jangan pergi ke supermarket. Kita harus memberi waktu kepada supermarket untuk mengisi kembali rak mereka, akan ada cukup bagi semua orang jika kita berbelanja secara normal," katanya.

Namun, selama 48 jam ke depan semua bisnis yang tidak penting di Selandia Baru harus ditutup. Semua bar, restoran, kafe, gimnasium, bioskop, kolam renang, museum, perpustakaan, taman bermain dan tempat lain di mana masyarakat umum harus menutup fungsi tatap muka mereka. Tidak ada acara indoor atau outdoor yang dapat dilanjutkan.

"Singkatnya, kita semua sekarang bersiap mengisolasi diri sebagai bangsa. Jika penularan komunitas terjadi di Selandia Baru, jumlah kasus akan berlipat ganda setiap lima hari. Jika itu terjadi tanpa pengawasan, sistem kesehatan kita akan dibanjiri, dan puluhan ribu warga Selandia Baru akan mati," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selandia baru Virus Corona lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top