Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tenaga Ahli China Sebut Penanganan Pandemi Corona di Italia Terlalu Santai

Impresi pertama yang didapat China dari penanganan virus corona di Italia tidak bagus. Menurut para ahli dari China, penanganan virus corona di Italia tergolong santai, bahkan untuk wilayah yang sudah dalam status karantina seperti Milan.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  07:46 WIB
Tenaga medis bekerja di tenda dan bangunan darurat yang dibuat untuk membantu sistem perawatan kesehatan di kawasan rumah sakit di Brescia, Italia, Jumat (13/3/2020). Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Italia cukup signifikan dengan pertumbuhan jumlah kematian pasien yang mencapai 14 persen. Bloomberg - Francesca Volpi
Tenaga medis bekerja di tenda dan bangunan darurat yang dibuat untuk membantu sistem perawatan kesehatan di kawasan rumah sakit di Brescia, Italia, Jumat (13/3/2020). Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di Italia cukup signifikan dengan pertumbuhan jumlah kematian pasien yang mencapai 14 persen. Bloomberg - Francesca Volpi

Bisnis.com, JAKARTA - Berhasilnya Cina menekan angka pertumbuhan kasus virus corona (Covid-19) baru membuat masukan mereka diminati berbagai negara.

Terutama, negara-negara yang baru-baru ini saja terdampak virus corona seperti Italia. Pekan ini, pemerinta China mengirimkan tenaga ahli mereka ke Italia untuk berbagi informasi perihal bagaimana cara China menangani virus corona.

Impresi pertama yang didapat China dari penanganan virus corona di Italia tidak bagus. Menurut para ahli dari China, penanganan virus corona di Italia tergolong santai, bahkan untuk wilayah yang sudah dalam status karantina seperti Milan.

"Di Milan, salah satu area yang paling terdampak virus corona, karantinanya sangat lengang. Saya masih bisa melihat transportasi publik beroperasi, warga berkeliaran, pertemuan digelar di hotel, dan mereka yang tidak memakai masker," ujar salah satu tenaga ahli yang dikirim ke Italia, Sun Shuopeng, dari Palang Merah Cina sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (20/3/2020).

Hingga berita ini ditulis, Italia merupakan negara yang paling terdampak virus corona di Eropa.

Mengutip South China Morning Post, total ada 41.035 kasus dan 3.405 korban meninggal akibat virus corona di Italia. Sebagian besar kasus berasal dari kawasan utara Italia seperti Lombardia.

Lebih Ketat

Dengan angka korban meninggal sudah melebihi China, Shuopeng merasa karantina di Italia seharusnya lebih ketat lagi. Bahkan, menurut ia, seharusnya pemerintah Italia sudah meminta seluruh warganya untuk menghentikan kegiatan ekonomi dan mengurangi interaksi terhadap satu sama lain.

"Saya tidak tahu apa yang mereka (pemerintah Italia) pikirkan. Kita harus benar-benar menghentikan aktivitas ekonomi dan interaksi pada umumnya. Kami harus tinggal di rumah dan melakukan segala hal untuk bisa menyelamatkan nyawa. Kami mengorbankan apapun untuk bisa menyelamatkan nyawa, " ujar Shuopeng.

Pengorbanan yang dilakukan China memang berhasil. Dua hari berturut-turut, tidak ada kasus virus corona baru yang muncul dari kawasan lokal. Di China, semua kasus baru datang dari mereka yang kembali dari luar negeri, 39 kasus.

Korban meninggal harian di China juga bisa dihitung dengan jari sekarang. Per hari ini, menurut Komisi Kesehatan Nasional China, cuma ada tiga korban meninggal atau yang terendah sejak 21 Januari 2020, hari di mana Wuhan dikarantina karena menjadi pusat penyebaran corona.

Total, ada 80.967 kasus virus corona (Covid-19) di Cina saat ini. Sementara itu, jumlah korban meninggal ada 3.248 atau lebih rendah 157 orang dari Italia yang baru belakangan menderita pandemi virus Corona (Covid-19).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia Virus Corona

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top