Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Louis Vuitton Produksi Hand Sanitizer untuk Perangi Corona

Produsen jenama Louis vuitton berusaha membantu perangi virus Corona dengan cara membuat hand sanitizer. Hasil produksi mereka, akan dibagikan gratis dengan cara disalurkan ke berbagai otoritas kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  12:06 WIB
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuat produk hand sanitizer atau pembersih tangan dari tanaman herbal di kampus UMI Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/3/2020). Pembuatan hand sanitizer dari bahan herbal seperti dari tanaman lidah buaya dan kulit buah jeruk yang dinilai baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh tersebut dibuat untuk mengatasi kelangkaan sejumlah produk kesehatan akibat merebaknya Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe - aww.
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuat produk hand sanitizer atau pembersih tangan dari tanaman herbal di kampus UMI Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/3/2020). Pembuatan hand sanitizer dari bahan herbal seperti dari tanaman lidah buaya dan kulit buah jeruk yang dinilai baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh tersebut dibuat untuk mengatasi kelangkaan sejumlah produk kesehatan akibat merebaknya Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe - aww.

Bisnis.com, JAKARTA - Menipisnya jumlah persidaan perlengkapan untuk menghadapi virus Corona (Covid-19), macam hand sanitizer atau masker, membuat sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang model ikut ambil bagian. Salah satunya, LVMH, sebuah perusahaan yang memproduksi jenama mewah macam Louis Vuitton, Christian Dior, hingga Givenchy.

LVMH mulai memproduksi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer untuk mengatasi kekurangan selama epidemi virus corona. Perusahaan ini menggunakan fasilitas pabrik parfumnya di Prancis.

"LVMH akan menggunakan lini produksi parfum dan merek kosmetiknya untuk memproduksi gel hidroalkohol dalam jumlah besar mulai Senin (16/3/2020)," kata LVMH dalam sebuah pernyataan. "Gel ini akan dikirimkan secara gratis ke otoritas kesehatan."

Perusahaan akan mengkonversi tiga dari beberapa fasilitas pembuatan parfum untuk membuat pembersih tangan. Fasilitas ini biasanya digunakan untuk memproduksi merek Guerlain, Dior, dan Givenchy.

Dilansir Forbes, pengiriman pembersih pertama diharapkan akan dilakukan mulai Senin. Awalnya, LVMH akan memproduksi 12 ton gel hidroalkohol.

Seperti diketahui, cairan pembersih tangan berbasis alkohol menjadi barang langka sejak virus corona baru atau COVID-19 mewabah dan kini jadi pandemi. Cairan ini direkomendasikan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau CDC Amerika Serikat sebagai alat yang efektif untuk menghindari penyebaran virus.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA telah mendorong apoteker dan dokter berlisensi untuk mulai membuat pembersih tangan mereka sendiri.

LVMH yang berbasis di Paris, Prancis, juga ikut melakukan upaya mengurangi epidemi ini. Virus corona saat ini mempengaruhi banyak negara di Eropa, termasuk Prancis. Akhir pekan ini, Prancis menutup semua bisnis yang tidak penting termasuk restoran, bar, kafe, dan teater.

Pada Ahad (15/3/2020), jumlah kasus virus corona di Prancis telah melewati 5.420, dengan 127 kematian. Adapun di Indonesia hingga Senin, 16 Maret, pagi sudah tercatat sebanyak 117 orang positif, lima di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan di seluruh dunia, hingga Ahad jumlah angka infeksi virus Corona mencapai 157.476 orang di 155 negara. Angka kematian akibat virus ini sebanyak 5.845 pasien dan yang sudah sembuh 75.953 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

louis vuitton Virus Corona covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top