Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengangguran Hong Kong Bakal Sentuh Level Tertinggi Sejak 2011

Ekonomi Hong Kong jatuh setelah aksi protes antipemerintah pada tahun lalu dan diperparah dengan penyebaran virus corona.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  10:33 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat pengangguran Hong Kong kemungkinan naik ke level tertinggi dalam sembilan tahun pada Februari 2020 karena wabah virus corona dan anjloknya harga aset.

Sekretaris Keuangan Paul Chan mengatakan kedua hal itu telah membebani perekonomian Hong Kong.

Dilansir Bloomberg, Senin (16/3/2020), pernyataan ini diumumkan sebelum rilis data lapangan kerja, besok. Tingkat pengangguran diperkirakan mencapai 3,6 persen, tertinggi sejak Juni 2011, berdasarkan survei para ekonom. Indeks itu telah naik selama empat bulan berturut-turut dalam serangkaian kenaikan terpanjang sejak 2009.

Sektor perhotelan, ritel, restoran, dan konstruksi adalah beberapa industri yang paling terpukul akibat pemangkasan jam kerja. Dia juga mengatakan setengah pengangguran juga meningkat.

Pemerintah Hong Kong bulan lalu meluncurkan anggaran senilai 120 miliar dolar Hong Kong (US$15,5 miliar), termasuk bantuan satu kali sebesar 10.000 dolar Hong Kong untuk setiap penduduk tetap kota berusia 18 tahun ke atas.

Protes antipemerintah selama berbulan-bulan tahun lalu mendorong Hong Kong jatuh ke jurang resesi tahunan pertamanya dalam satu dekade. Para ekonom memperkirakan kontraksi kedua pada 2020 karena gangguan wabah virus corona akan semakin menekan produksi.

Chan mendesak anggota parlemen sesegera mungkin untuk menyetujui proyek infrastruktur senilai sekitar 50 miliar dolar Hong Kong untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan.

Otoritas Moneter Hong Kong pada hari ini mengurangi suku bunga acuannya, mengikuti langkah Federal Reserve. Bank sentral AS memangkas suku bunganya dengan persentase poin penuh mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya US$700 miliar.

"Ada banyak likuiditas dalam sistem perbankan dengan dukungan modal yang cukup. Kami akan terus memantau situasi pasar dan menilai potensi risiko sistematis. Bila perlu, kami dapat lebih memperkuat langkah-langkah defensif untuk memastikan stabilitas keuangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed hongkong pengangguran Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top