Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Anggota TNI Korban Penembakan KKB di Jila Papua Meninggal

Anggota yang gugur tersebut adalah Sertu La Ongge. Saat ini jenazahnya masih berada di RSUD Timika. Sebelumnya, anggota KKB ini telah membuat warga Tembagapura mengungsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  11:42 WIB
Anggota TNI Korban Penembakan KKB di Jila Papua Meninggal
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) berbicang dengan keluarga korban saat serah terima jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat (7/12/2018). Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. - ANTARA/Jeremias Rahadat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Personel TNI Sertu La Ongge, anggota Koramil Jila, Papua, Senin (9/3/2020), meninggal dunia sesaat setelah dievakuasi ke Timika, akibat luka tembak yang dideritanya, diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Memang benar anggota Koramil Jila yang tertembak saat KKB meninggal, dan jenazahnya masih berada di RSUD Timika," kata Kapendam XVII Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto, Senin.

Kol Cpl Eko menyatakan, dari laporan yang diterima korban sempat dievakuasi dengan menggunakan helikopter milik TNI-AD. Korban Sertu La Ongge mengalami luka di bagian telinganya.

Saat ini personel TNI masih melakukan pengejaran terhadap KKB yang menyerang Koramil Jila sekitar pukul 05.00 WIT, kata Kol Cpl Eko.Koramil Jila masuk dalam wilayah Kodim Mimika.

Sebelumnya diberitakan penembakan tersbeut terjadi sekitar pukul 05.00 WIT dan mengakibatkan satu anggota Koramil Jila, Sertu La Ongge, itu mengalami luka tembak di telinganya.

Ulah KKB ini semakin memperkeruh suasana, karena sebelumnya sebanyak 917 warga Tembagapura juga harus mengungsi akibat aksi mereka. Kecamatan Tembagapura berbatasan dengan kecamatan Jali.

Gelombang evakuasi warga Banti dan sekitarnya ke Timika terjadi sejak Jumat (6/3) petang, kemudian berlanjut pada Sabtu (7/3) dini hari, dan terakhir pada Minggu (8/3) malam sebanyak 614 warga kembali dievakuasi ke Timika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, di Timika, mengatakan berdasarkan laporan dari pihak TNI dan Polri, hingga kini masih terdengar sesekali bunyi letusan senjata api di sekitar Banti Tembagapura.

"Bunyi tembakan itu terdengar sesekali saja, tidak seperti beberapa hari lalu saat mobil patroli Polsek Tembagapura diserang oleh KKB. Meskipun bunyi letusan senjata api hanya sesekali terdengar, tapi ini tentu membuat masyarakat ketakutan. Mereka tidak ingin kejadian seperti pada Oktober 2017 sampai April 2018 itu terulang kembali," kata Johannes, Senin (9/3/2020).

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut tindakan KKB telah membuat takut masyarakat setempat, sehingga harus ditindak tegas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua tni kkb opm

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top