Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Bikin Indeks Manufaktur China Anjlok

Kinerja manufaktur China terkontraksi tajam pada Februari tahun ini yang ditunjukkan dengen indeks acuan menyentuh rekor terendah dalam sejarah.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  10:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja manufaktur China terkontraksi tajam pada Februari tahun ini yang ditunjukkan dengen indeks acuan menyentuh rekor terendah dalam sejarah.

Penurunan tajam ini semakin menguatkan spekulasi bahwa penyebaran wabah virus corona (Covid-19) telah melukai ekonomi dan meningkatkan risiko memburuknya pasar global.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (29/2/2020), data yang dirilis Biro Statistik Nasional mencatat indeks manufaktur China terperosok menjadi 35,7 pada Februari 2020 dari 50 pada Januari tahun ini.

Wabah virus corona yang dimulai dari China sudah menyebar hingga ke sejumlah benua, dengan ancaman bakal menjadi pandemik. Akibatnya, kinerja saham Amerika Serikat turun ke level terlemahnya sejak Oktober 2008.

China yang saat ini menjadi eksportir terbesar di dunia menunjukkan kinerja manufaktur yang lemah karena ratusan pekerja terpaksa menjalani karantina akibat wabah virus ini.

“Kebanyakan orang akan membandingkan dampak virus ini dengan SARS, tetapi saya pikir ini setara dengan efek yang ditimbulkan oleh krisis finansial pada 2008. Dampak yang diakibatkan oleh virus corona sangat besar dan situasi sangat buruk dalam jangka pendek,” kata Larry Hu, Kepala Ekonom Macquarie Securities Ltd.

Melorotnya indeks manufaktur kebanyakan diakibatkan oleh kebijakan pengendalian virus yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat sulit para pekerja untuk kembali bekerja setelah liburan panjang Tahun Baru China.

Konsensus ekonom Bloomberg menyebutkan perusahaan di China hanya beroperasi sekitar 60 persen-70 persen dari total kapasitas yang ada saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona indeks manufaktur

Sumber : Bloomberg

Editor : Rio Sandy Pradana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top