Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahathir Mohamad: 2 Maret Malaysia Punya Perdana Menteri Baru

Perdana Menteri interim Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan Sidang Dewan Rakyat (Parlemen) khusus akan diadakan pada 2 Maret untuk menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail (kanan) melambaikan tangan di sela-sela perayaan 1 tahun pemerintahan koalisi Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia, Kamis (9/5/2019)./Bloomberg-Samsul Said
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) dan Deputi PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail (kanan) melambaikan tangan di sela-sela perayaan 1 tahun pemerintahan koalisi Pakatan Harapan di Putrajaya, Malaysia, Kamis (9/5/2019)./Bloomberg-Samsul Said

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri interim Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan Sidang Dewan Rakyat (Parlemen) khusus akan diadakan pada 2 Maret untuk menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Mahathir mengemukakan hal itu pada konferensi pers setelah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi 2020 di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, Kamis.

Mahathir mengatakan hal tersebut adalah kesimpulan dari pertemuannya dengan Yang di-Pertuan Agong (Raja Malaysia) di Istana Negara, Kamis (27/2/2020).

“Setelah bertemu dengan Anggota Parlemen selama dua hari, tidak ada kandidat perdana menteri dengan mayoritas berbeda. Jadi Raja berkata bahwa forum yang tepat untuk memutuskan adalah Dewan Rakyat,” katanya, seperti dilaporkan Antara, Kamis (27/2/2020).

Jadi pada 2 Maret, ujar dia, sesi Parlemen akan diadakan untuk menentukan siapa yang memiliki mayoritas dukungan.

Mahathir mengatakan jika Dewan Rakyat gagal menentukan siapa yang harus menjadi perdana menteri maka pemilihan sela akan dilakukan.

Pada kesempatan tersebut dia juga menegaskan bahwa dia telah memutuskan untuk menjadi ketua Partai Bersatu lagi.

Ketika ditanya apakah Bersatu akan bergabung kembali dengan Pakatan, Mahathir mengatakan dirinya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

"Saya harus mencari tahu apa yang dipikirkan anggota," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Sutarno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper