Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPBD Sleman Masih Mencari Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut

Meski matahari telah berganti menjadi bulan, BPBD Sleman terus melakukan pencarian siswa SMPN 1 Turi Sleman yang menjadi korban kecelakaan susur sungai.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  19:17 WIB
BPBD Sleman Masih Mencari Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut
Kondisi siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi usai melakukan susur sungai. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman masih terus melakukan pencarian siswa SMPN 1 Turi Sleman di Sungai Sempor Sleman.

Hingga saat ini, jumlah siswa yang meninggal telah mencapai 4 orang.  Terkini, puluhan orang tua siswa SMPN 1 Turi panik dan mendatangi lokasi hanyutnya siswa-siswa yang melakukan susur sungai.

"Sekarang masih dalam proses pencarian. Kami belum bisa merilis jumlah korban yang meninggal," ungkap BPBD Sleman saat dihubungi Bisnis, Jumat (21/2/2020).

Aktivitas yang digelar oleh SMPN 1 Turi Sleman di Sungai Sempor Sleman merupakan bagian dari kegiatan Pramuka. Saat siang, air sungai tiba-tiba naik. Siswa-siswa yang berada di pinggiran sungai langsung tercerai-berai.

Sebagian siswa berpegang pada batang pohon dan bebatuan. Ada terseret arus banjir dan tersangkut pada pohon. Malang, siswa-siswa lainnya tersapu oleh arus Sungai Sempor Sleman dan kini belum ditemukan.

Dari kabar yang diperoleh Bisnis, sebanyak 250 siswa telah mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor dan jumlah siswa yang berhasil menjangkau tepi sungai hanya 146 siswa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan keterangan bahwa lokasi kejadian berada di Sungai Sempor, anak Sungai Bedog, tepatnya di Dusun Dukuh Donokerto Turi Sleman.

"Kejadian laka [kecelakaan] sungai dari SMPN 1 Turi kelas 7-8 kegiatan Pramuka susur sungai hanyut oleh banjir. Proses pertolongan masih berlanjut, tunggu informasi resmi petugas yang berwenang," cuit BPBD DIY di Twitter.

Padahal sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat meng-update informasi cuaca terkait dengan potensi hujan intensitas sedang disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Sleman (Sleman, Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan) yang dapat meluas ke wilayah Sleman lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana yogyakarta smp pramuka
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top