Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Langgar Sanksi PBB, Korut Kembali Kembangkan Rudal Nuklir

Korut juga secara ilegal mengimpor minyak hasil penyulingan dan mengekspor batu bara senilai sekitar US$370 juta dengan bantuan tongkang China.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  09:38 WIB
Benda metal yang diyakini sebagai bagian dari peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu (7/2) - Reuters
Benda metal yang diyakini sebagai bagian dari peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu (7/2) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara (Korut)  terus meningkatkan program rudal nuklir dan balistiknya yang terkendala tahun lalu dengan melanggar sanksi PBB, menurut laporan rahasia PBB.

Korut juga secara ilegal mengimpor minyak hasil penyulingan dan mengekspor batu bara senilai sekitar US$370 juta dengan bantuan tongkang China, menurut laporan itu seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (11/2/2020).

Laporan setebal 67 halaman kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB yang akan diumumkan bulan depan, muncul ketika Amerika Serikat mencoba untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi yang terhenti dengan Korea Utara.

"Pada 2019, Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) tidak menghentikan program-program rudal balistik nuklir dan balistiknya, namun terus ditingkatkan sehingga melanggar resolusi Dewan Keamanan," tulis pengamat sanksi independen PBB. Meskipun memiliki kemampuan asli yang luas, Korea Utara mengimpor secara ilegal beberapa komponen dan teknologi.

Korea Utara dikenai sanksi PBB sejak 2006 dalam upaya untuk memotong dana untuk program nuklir dan rudal balistiknya.

Para pemantau sanksi mengatakan bahwa dalam upaya baru untuk menghindari sanksi, Korea Utara mulai mengekspor jutaan ton komoditas yang dilarang sejak 2017 dengan menggunakan kapal tongkang.

"Menurut Negara Anggota DKPBB, Korea Utara mengekspor 3,7 juta metrik ton batu bara antara Januari dan Agustus 2019 dengan nilai perkiraan US$370 juta," berdasarkan laporan itu.

Sebagian besar ekspor batu bara Korut, yang diperkirakan sebesar 2,8 juta metrik ton, dilakukan melalui transfer antar kapal dari kapal berbendera Korut ke tongkang lokal China, menurut laporan tersebut.

Disebutkan bahwa kapal-kapal tongkang telah mengirim batu bara langsung ke tiga pelabuhan di Teluk Hangzhou China dan juga ke fasilitas di sepanjang sungai Yangtze.

Pemantau AS juga mengatakan negara anggota DK PBB melaporkan bahwa Korea Utara telah mengekspor setidaknya satu juta ton pasir dari pengerukan sungai senilai setidaknya US $ 22 juta ke pelabuhan-pelabuhan China.

Laporan PBB mengatakan Korea Utara melakukan 13 uji coba rudal tahun lalu, meluncurkan sedikitnya 25 rudal, termasuk tipe baru jarak pendek dan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara nuklir korut
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top