Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia Kecam Campur Tangan AS di Venezuela

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Kamis (6/2/2020) waktu setempat, mengecam kebijakan luar negeri AS di Venezuela, dengan mengkritik "provokasi" dan upaya-upaya AS menciptakan langkah yang ia sebut sebagai dalih untuk melakukan intervensi militer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  18:05 WIB
Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido saat mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela, melawan Presiden Nicolas Maduro. Deklarasi dilakukan berbarengan dengan peringatan 61 tahun berakhirnya kediktatoran Marcos Perez Jimenez di Caracas, Venezuela, Rabu (23/1/2019). - Reuters/Carlos Garcia Rawlins
Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido saat mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela, melawan Presiden Nicolas Maduro. Deklarasi dilakukan berbarengan dengan peringatan 61 tahun berakhirnya kediktatoran Marcos Perez Jimenez di Caracas, Venezuela, Rabu (23/1/2019). - Reuters/Carlos Garcia Rawlins

Bisnis.com, MEXICO CITY  - Rusia menyampaikan kritik keras atas campur tangan Amerika Serikat  yang bersikap provokatif dalam urusan internal Venezuela.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Kamis (6/2/2020) waktu setempat, mengecam kebijakan luar negeri AS di Venezuela, dengan mengkritik "provokasi" dan upaya-upaya AS menciptakan langkah yang ia sebut sebagai dalih untuk melakukan intervensi militer.

Kecaman Lavrov terhadap Washington itu, yang dikeluarkan saat berkunjung ke Meksiko, membuat canggung tuan rumah.

Pemerintah Meksiko selama ini berupaya tidak memusuhi pemerintahan Trump, Meksiko memenuhi tuntutan-tuntutan terkait imigrasi serta berbagai masalah lainnya untuk menghindar dari hukuman AS.

Rusia dan Amerika Serikat telah beberapa kali terlibat percekcokan soal Venezuela. Di Venezuela, perusahaan-perusahaan minyak serta penasihat militer Rusia memainkan peranan kunci dalam mendukung pemerintahan sosialis Presiden Nicolas Maduro.

Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido, yang sebelumnya berupaya menggulingkan Maduro, sebagai presiden sah Venezuela. Washington telah menerapkan sejumlah sanksi untuk mengusir Maduro dari kursi kekuasaan.

Lavrov mengecam upaya-upaya untuk menyingkirkan Maduro, yang ia katakan sebagai langkah yang "tak berguna". Lavrov juga menyebut ancaman Washington terhadap Venezuela kontraproduktif.

Menlu Rusia itu mengatakan Amerika Serikat sedang "mengancam semua opsi yang ada" dan ikut melancarkan "provokasi" di Venezuela.

"Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah rakyat Venezuela bagi mereka, tapi beberapa pihak lain kemungkinan besar berusaha mencegah mereka melakukan perundingan. Kami melihat upaya-upaya itu dijalankan sebagai dalih untuk melakukan intervensi militer," kata Lavrov, seperti dilaporkan kantor berita negara Rusia, Tass.

"Rusia dan Meksiko sepakat bahwa tindakan ini akan dikategorikan sebagai langkah yang tak bisa diterima," kata Lavrov, menurut Tass.

Lavrov melakukan pertemuan dengan mitranya dari Meksiko, Marcelo Ebrard, pada Kamis dan setelah itu ia mengatakan kebijakan luar negeri AS terjebak pada masa lalu. Ia menuding Washington menjalankan taktik perundungan.

"Amerika Serikat berpikir bahwa segalanya boleh dilakukan dan, sementara itu, mereka mengancam mitra-mitra wicara, termasuk dengan hukuman dan sanksi," kata Lavrov saat konferensi pers di Mexico City, menurut terjemahan langsung pernyataannya ke Bahasa Spanyol.

Sementara Lavrov berbicara secara hangat menyangkut visi bersama Amerika Latin dengan Mexico, Menlu Ebrard tidak muncul bersamanya. Pada kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tahun lalu, Ebrard dan Pompeo melakukan konferensi pers secara bersama-sama.

"Ini penghinaan," kata Jorge Castenada, mantan menteri luar negeri Meksiko, kepada Reuters. "Ini memperlihatkan betapa pemerintahan ini sudah tunduk pada Amerika," ujarnya mengomentari perbedaan perlakuan Ebrard terhadap Lavrov dan Pompeo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat venezuela rusia

Sumber : Antara

Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top