Pemkab Natuna Cabut Surat Edaran Libur Sekolah Karena Corona

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna untuk mencabut edaran terkait meliburkan pelajar selama masa karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Kehadiran surat edaran yang meliburkan sekolah dinilai wajar karena tujuan utamanya ialah melindungi warga setempat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:08 WIB
Pemkab Natuna Cabut Surat Edaran Libur Sekolah Karena Corona
Petugas BNPB memotret pesawat TNI yang membawa WNI dari Wuhan China, di Natuna, Minggu. - Antara/Cherman.

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna untuk mencabut edaran terkait meliburkan pelajar selama masa karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China. Kehadiran surat edaran yang meliburkan sekolah dinilai wajar karena tujuan utamanya ialah melindungi warga setempat.

Bahtiar, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri mengatakan, setelah dicabutnya surat edaran Nomor 800/Disdik/48/2020 tanggal 3 Februari 2020 dari Kabupaten Natuna, proses belajar-mengajar dapat dilakukan seperti semula.

“Kami apresiasi dan mengucapkan syukur, Surat Edaran sudah dicabut dengan Nomor 800/Disdik/48/2020 tanggal 3 Februari 2020," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/2/2020).

Bahtiar mengatakan siswa dan guru langsung akan melakukan proses belajar-mengajar pasca Surat Edaran dicabut. Dia menambahkan, meliburkan sekolah hanya akan mengganggu proses belajar siswa.

“Setelah dicabut, besok siswa sudah bisa kembali ke sekolah, karena kalau sampai meliburkan sekolah, hanya akan mengganggu proses belajar, apalagi mau menghadapi ujian,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Surat Edaran untuk meliburkan sekolah merupakan suatu yang wajar. Pasalnya, tujuan utama surat edaran tersebut ialah melindungi masyarakat dan pelajar setempat. Namun, minimnya informasi akhirnya menimbulkan kesalahpahaman.

“Wajar ya seorang kepala daerah kan melindungi kepentingan warganya, melidungi kepentingan masyarakatnya, apalagi ada desakan warga, tentu sebagai pemimpin kan merespon aspirasi warganya karena mungkin ketidaktersediannya informasi yang lengkap dan cukup,” tambahnya.

Bahtiar menyebutkan warga negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di Natuna adalah orang-orang yang sehat yang sedang dalam pengecekan kesehatannya. Karantina dimaksudkan untuk memastikan kondisi kesehatan WNI bukan berarti sudah terkena Virus Corona.

"Karena kata karantina itu kan kesannya orang yang sudah terkena Virus Corona, padahal mengkarantina ini kan mengisolasi supaya memastikan dan dicek secara baik lagi, ini untuk memastikan kondisinya," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
natuna, virus corona

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top