100 Hari Jokowi, Mardani Ali Sera Luncurkan Buku Kami Oposisi

Peran oposisi dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Oposisi dapat berperan untuk menjaga keseimbangan demokrasi. Kali ini, kelompok oposisi di Indonesia meluncurkan buku terbaru untuk mengkritisi pemerintah Indonesia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  16:08 WIB
100 Hari Jokowi, Mardani Ali Sera Luncurkan Buku Kami Oposisi
Mardani Ali Sera meluncurkan bukunya yang berjudul Kami Oposisi (Rezha Hadyan)

Bisnis.com, JAKARTA--Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meluncurkan bukunya yang berjudul "Kami Oposisi" dalam rangka menyambut 100 hari kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Buku yang diluncurkan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (4/2/2020) ini menjelaskan alasan mengapa demokrasi memerlukan oposisi. Menurut Mardani, oposisi memiliki peran yang sangat krusial dalam sebuah negara demokrasi.

"Salah satu alasannya adalah agar tidak lahir parlemen jalanan seperti yang terjadi saat ini di berbagai negara di dunia," katanya.

Mardani menjelaskan buku ini turut menjabarkan bagaimana model oposisis politik dari berbagai pengalaman demokrasi di berbagai negara. Kemudian dijelaskan pula bagaimana bentuk oposisi politik di Indonesia dari masa ke masa.

"Proses demokratisasi di Indonesia seharusnya semakin membaik. Kita telah mengalami sedikitnya pemilihan umum langsung. Sangat disayangkan kini kualitas demokrasi justru malah menurun. Setelah Pemilu 2019, kebanyakan partai justru merapat ke pemerintah. Padahal, demokrasi membutuhkan check and balances," tuturnya.

Mardani menambahkan Indonesia saat ini semakin mengarah pada demokrasi elitis lantaran kuatnya koalisi pemerintah di eksekutif maupun legislatif. Dia berharap agar buku "Kami Oposisi" bisa kembali menghidupkan diskursus bagaimana dan apa yang harus dipikirkan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi di Tanah Air.

"Sehingga demokrasi kita menjadi demokrasi substansial, bukan demokrasi elitis," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, aktivis HAM Haris Azhar menilai bahwa buku "Kami Oposisi" tidak menggambarkan pembelaan seseorang yang kalah bertarung. Menurutnya, buku tersebut sangat tepat dijadikan pedoman dalam pendidikan politik. "Buku ini sangat teoritis tetapi [disusun] dengan kalimat-kalimat yang mudah dipahami," katanya.

Kemudian, pengusaha yang juga Politisi Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengatakan bahwa buku tersebut bisa dijadikan pedoman bagi oposisi untuk berdemokrasi dengan baik dan santun sera bisa membelikan solusi untuk pemerintahan.

"Buku ini panduan kita agar kita sebagai oposis jangan terbawa isu current affair. Kembalikan ke lima prioritas pemerintah seperti apa, oposisi harus bisa mengawal dan memberikan solusi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pks

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top