Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Jerat Pimpinan Sunda Empire Mirip Raja Keraton Sejagat

Polri bakal menjerat semua pimpinan Sunda Empire dengan pasal yang sama dengan Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat yaitu Pasal 14 dan Pasal 15 KUHP tentang kebohongan publik.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  15:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Polri bakal menjerat semua pimpinan Sunda Empire dengan pasal yang sama dengan Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat yaitu Pasal 14 dan Pasal 15 KUHP tentang Kebohongan Publik.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa tim penyidik Polda Jawa Barat tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa 11 orang saksi terkait kasus Sunda Empire.

Menurutnya, beberapa orang saksi yang diperiksa tersebut diantaranya adalah anggota Sunda Empire hingga pemilik tempat Sunda Empire melakukan deklarasi.

"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti sebelum menetapkan tersangka. Pasal yang akan dikenakan adalah Pasal 14 dan Pasal 15 tentang kebohongan publik," tuturnya, Selasa (28/1/2020).

Asep menjelaskan bahwa tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi ahli, di antaranya ahli bahasa, sosiologi hingga ahli sejarah untuk membuat perkara Sunda Empire itu terang-berderang.

Menurutnya, usai memeriksa para saksi, penyidik Polda Jawa Barat akan langsung melakukan gelar (ekspose) perkara untuk menetapkan tersangka terkait kasus Sunda Empire tersebut.

"Semua saksi ahli tersebut, penting didengarkan keterangannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ditentukan tersangkanya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sunda Empire polri
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top