Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona: China Jadi Target Bioterorisme

Tudingan intelijen Israel bahwa virus corona merupakan senjata biologi yang sengaja disebar oleh China sulit diterima akal sehat.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  09:33 WIB
China melakukan langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus corona. - Reuters
China melakukan langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus corona. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tudingan intelijen Israel bahwa virus corona merupakan senjata biologi yang sengaja disebar oleh China sulit diterima akal sehat.

Hal itu diungkapkan oleh Analis Terorisme dan Intelijen, Stanislaus Riyanta, Senin (27/1/2020).

Dia mengatakan bahwa kabar ini masih sulit diterima secara logis, karena jika virus tersebut berasal dari laboratorium Wuhan, maka potensi terpapar pertama kali justru dari petugas laboratorium tersebut.

 “Logika lainnya, jika penyebaran ini memang disengaja oleh China, tentu kurang masuk akal, karena jika ingin menyebarkan virus corona pasti bukan di daerahnya sendiri,” tuturnya.

Laboratoriun penelitian virus paling maju di China dikenal dengan Wuhan Institute of Virology memang terdapat di kota tersebut. Akan tetapi, menurut Riyanta, Dany Showan, mantan perwira intel Israel yang menghembuskan informasi senjata biologi itu dinilai mempunyai tujuan khusus.

 Shoham, lanjutnya, adalah orang Israel. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa Israel sangat dekat dengan Amerika Serikat yang saat ini sedang menghadapi perang dagang cukup sengit dengan China.

Pernyataan Shoham sudah dibantah oleh China. Selain itu China juga membantah memiliki senjata biologis ofensif. China menyebut bahwa virus tersebut tidak diketahui asal usulnya.

 Meski demikian, virus corona, menurutnya, sangat berbahaya secara global karena wilayah Wuhan adalah salah satu pusat industri di China.

Dari 500 perusahaan terbesar di dunia, 230 di antaranya berinvestasi di Wuhan. Hal ini berkorelasi dengan konektivitas kota ini dengan kota-kota besar di negara lain sangat tinggi.

Data di Bandar Udara Internasional Wuhan beberapa tahun yang lalu saja sudah melayani lebih dari 3.300 penumpang setiap hari dengan penerbangan langsung ke Asia, Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Australia.

“Beberapa bulan sebelum virus corona menyerang manusia, tepatnya pada Oktober 2019, Wuhan menjadi tuan rumah dari pelaksanaan The 2019 Military World Games. Lebih dari 100 negara mengikuti acara tersebut. Acara seperti ini bisa menciptakan celah kerawanan, sehingga memudahkan pihak-pihak tertentu jika akan menyusupkan virus corona tersebut ke Kota Wuhan,” tuturnya.

Dilihat dari model ancaman yang terjadi serta celah kerawanan yang ada, maka menurutnya, dugaan kuat dari kasus penyebaran virus corona di Wuhan adalah akibat dari serangan sistematis aksi bioterorisme.

Target dari bioterorisme adalah China dan dengan sasaran khusus di Wuhan karena di kota ini terdapat pusat bisnis yang bisa berdampak terhadap ekonomi China secara siginifikan.

Selain itu, terdapat Wuhan Institute of Virology sehingga bisa menjadi bahan propaganda bahwa ini adalah kebocoran dari laboratorium tersebut.

Propaganda yang mengarah kepada kecerobohan China dan narasi-narasi menggiring opini bahwa virus corona ini menyebar karena kesalahan atau bahkan ulah China terus terjadi, dengan dukungan banyak pihak yang mempunyai kepentingan medeskreditkan China.

Namun yang lebih penting adalah bagaimana semua pihak melakukan langkah-langkah yang tepat agar kasus virus corona ini tidak menjadi bencana global dan tidak menjadi inspirasi untuk melemahkan negara tertentu.

“Satu hal yang sangat penting, China justru menunjukkan kehebatannya dalam melakukan penanganan dan pemulihan atas serangan virus corona ini. Bahkan dengan sangat cepat mampu membangun infrastruktur pendukung yang luar biasa. China menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan dari serangan yang dahsyat,” imbuhnya.

Kejadian di Wuhan juga, kata dia, menjadi sinyal serius bagi intelijen Indonesia agar terus meningkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini atas ancaman yang terus berubah.

Ancaman saat ini bersifat asimetris, sulit ditebak, dan terjadi secara mendadak, bentuknya juga diluar dugaan tapi mempunyai dampak yang signifikan. Indonesia harus waspada.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china terorisme virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top