Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjalanan Virus Corona dari Wuhan ke Seattle

Amerika Serikat mengonfirmasikan perihal masuknya virus corona (coronavirus) baru dari China ke AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:09 WIB
Staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans di rumah sakit Jinyintan, lokasi pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 20 Januari 2020. - Reuters
Staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans di rumah sakit Jinyintan, lokasi pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh strain baru coronavirus sedang dirawat, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 20 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat mengonfirmasikan perihal masuknya virus corona (coronavirus) baru dari China ke AS.

Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Selasa (21/1/2020) mengungkapkan bahwa seorang warga negara AS yang baru saja kembali dari perjalanannya ke China telah didiagnosis terjangkiti virus tersebut.

Dilansir Al Jazeera, pria berusia 30-an itu kembali ke Seattle, AS, pada pertengahan pekan lalu setelah melakukan perjalanan ke daerah Wuhan, tempat di mana wabah virus corona bermula.

Selama akhir pekan itu ia kemudian jatuh sakit dan didiagnosis terjangkit virus corona pada Senin (20/1/2020), seperti diungkapkan Gubernur Washington Jay Inslee dalam suatu konferensi pers di Seattle.

“Ini bukan momen kecemasan yang tinggi. Ini risiko yang rendah,” ujar Inslee, dikutip Reuters.

Pria tersebut kini dikabarkan dalam kondisi baik, tidak menginfeksi orang lain, dan tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Everett, luar Seattle.

Amerika Serikat menjadi negara kelima dengan kasus ini, setelah China, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Kasus-kasus ini melibatkan pengunjung dari Wuhan ataupun yang mengunjungi kota tersebut.

Virus corona baru telah menarik perhatian dunia internasional karena kemiripannya dengan virus yang memicu Sindrom Pernapasan Akut Parah, atau SARS, dan menyebabkan hampir 800 orang tewas sekitar 17 tahun yang lalu.

Virus ini dikaitkan dengan pasar makanan laut di Wuhan, kota terbesar di China tengah dengan populasi sekitar 11 juta orang. Pasar ini sendiri telah ditutup.

CDC dan Negara Bagian Washington mengatakan sedang bersiap untuk munculnya kasus virus corona lebih lanjut di AS. CDC meningkatkan peringatan untuk perjalanan ke Wuhan serta menyerukan peningkatan tindakan pencegahan.

Di bawah level siaga itu, CDC menganjurkan para pengunjung ke Wuhan untuk menghindari kontak dengan orang sakit, hewan, ataupun pasar hewan.

Akhir pekan lalu, otoritas kesehatan AS mulai melakukan skrining di tiga bandara setempat pada para penumpang pesawat penerbangan yang baru datang dari China tengah.

Sementara itu, otoritas seluruh dunia telah menerapkan langkah skrining serupa di bandara demi membendung virus menjelang liburan Tahun Baru Imlek yang padat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa patogen baru itu ditularkan antarmanusia, bukan hanya dari hewan ke manusia seperti yang awalnya diduga.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Rabu (22/1/2020) kemudian mengungkapkan menemukan bukti penularan lewat pernapasan antar pasien.

Sebanyak 440 orang di 13 provinsi China dipastikan terinfeksi virus ini hingga Selasa (21/1/2020). Adapun korban jiwa akibat virus ini bertambah menjadi sembilan orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top