Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Bodong MeMiles, Adjie Notonegoro Setor Rp150 Juta

Kuasa hukum Adjie Notonegoro, Robert Simangunsong, menyebut kliennya sempat top up atau menyetorkan uang hingga Rp150 juta pada investasi bodong "MeMiles".
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  14:48 WIB
Desainer Adjie Notonegoro (kiri) didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan di sela pemeriksaan terkait kasus 'MeMiles' di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (22/1/2020). - Antara
Desainer Adjie Notonegoro (kiri) didampingi kuasa hukumnya memberi keterangan kepada wartawan di sela pemeriksaan terkait kasus 'MeMiles' di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (22/1/2020). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA  - Kuasa hukum Adjie Notonegoro, Robert Simangunsong, menyebut kliennya sempat top up atau menyetorkan uang hingga Rp150 juta pada investasi bodong "MeMiles".

"Kurang lebih Adjie Notonegoro ini sudah top up Rp150 jutaan di PT Kam and Kam. Dari tiga bulan ini, karena dijanjikan dapat reward, tapi sampai saat ini belum dapat apa-apa. Beliau juga tidak aktif," ujarnya di sela pemeriksaan kliennya di Mapolda Jawa Timur di Surabaya, Rabu (22/1/2020).

Robert menegaskan, kliennya pada kasus ini merupakan korban karena hanya diajak salah seorang temannya untuk bergabung dan tidak pernah aktif pada investasi yang dijalankan PT Kam and Kam tersebut.

"Dia juga korban. Dan biasalah bisnis kan kayak gini, dari diajak-diajak, apalagi figur publik jadi lumrah saja," ucapnya.

Sementara itu, Robert menyebut pihaknya baru mendapat 10 pertanyaan dari penyidik, termasuk identitas siapa yang mengajak dan ada atau tidaknya kerugian.

Kasus investasi bodong "MeMiles" dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan lima tersangka yaitu Direktur PT Kam n Kam Kamal Tarachan, manajer Suhanda, dr Eva Martini Luisa sebagai motivator, Prima Hendika selaku Kepala Tim IT, serta Sri Wiwit yaitu orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam dan bertugas membagi reward ke para anggota.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp128 miliar, 20 unit mobil, dua unit sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi investasi bodong

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top