Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uber Lego 'Uber Eats' kepada Zomato

Uber Technologies telah sepakat untuk menjual platform layanan antara makanannya di India, Uber Eats, kepada Zomato.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  10:47 WIB
Uber Technologies Inc - Istimewa
Uber Technologies Inc - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Uber Technologies telah sepakat untuk menjual platform layanan antara makanannya di India, Uber Eats, kepada Zomato.

Langkah ini semakin menggarisbawahi upaya penyedia layanan transportasi asal Amerika Serikat itu untuk menekan kerugian secara global.

Dalam sebuah pernyataan, Uber mengatakan akan melepaskan bisnisnya itu dengan imbalan kepemilikan saham sekitar 10 persen dari Zomato.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Uber Eats tidak akan lagi beroperasi dan semua pengguna platform ini akan dialihkan kepada Zomato. Economic Times melaporkan nilai akuisisi oleh Zomato ini dihargai sekitar US$350 juta.

“Persaingan di sektor ini akan terus ketat, dan kategori pengiriman makanan masih sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan pasar layanan makanan di India,” tutur pendiri Zomato Deepinder Goyal dalam sebuah blogpost, seperti dilansir Bloomberg (Selasa, 21/1/2020).

“Melalui kesepakatan ini, pengguna Uber Eats India sekarang menjadi pengguna Zomato. Saya ingin meyakinkan para pengguna Uber Eats India bahwa pengalaman pengguna mereka tidak akan terganggu dengan cara apa pun, skalanya memberi kami intensitas lebih tinggi untuk membuat pengiriman kami lebih cepat,” jelas Goyal.

Uber memulai bisnis antar makanannya di India pada 2017 dengan anggaran pemasaran yang besar. Sejak saat itu, perusahaan telah mengerahkan sumber daya ke dalam operasinya untuk memikat pengguna dengan penawaran layanan antar makanan yang murah.

Namun, Uber harus berhadapan dengan pesaing-pesaing lokal, seperti Zomato dan Swiggy, yang kini memimpin sektor pengiriman makanan di India dan menunjukkan tanda-tanda konsolidasi.

Sementara itu, Uber berupaya mencegah operasi-operasi yang merugi demi mencapai tujuan profit berdasarkan EBITDA pada tahun 2021. Sahamnya telah merosot 22 persen dari harga IPO pada 2019.

Melalui pernyataannya, Uber mengatakan akan terus memperluas bisnis intinya di India setelah melepaskan Uber Eats.

"India tetap merupakan pasar yang sangat penting bagi Uber dan kami akan terus berinvestasi dalam mengembangkan bisnis transportasi lokal kami,” ungkap CEO Uber Dara Khosrowshahi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Uber Technologies india
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top