Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Johan Budi Sebut Suap PAW Komisioner KPU Adalah Modus Baru

Anggota Komisi II DPR RI Johan Budi mengatakan modus ini belum pernah ditemukan sebelumnya saat dia masih menjabat sebagai Komisioner KPK.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  21:31 WIB
Johan Budi - Antara
Johan Budi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI dinilai merupakan modus operandi baru di komisi tersebut.

Anggota Komisi II DPR RI Johan Budi mengatakan modus ini belum pernah ditemukan sebelumnya saat dia masih menjabat sebagai Komisioner KPK.

“Kebanyakan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di KPU. Kan nilainya gede. Tapi ini ada modus baru. Cukup kaget juga ternyata bisa di kongkalikong,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Di sisi lain, DPR meminta agar KPU segera melakukan pergantian terhadap Wahyu Setiawan. Pasalnya komisi itu akan kembali menghadapi Pilkada serentak 2020.

“Makanya segera komisioner yang tertangkap itu sudah mundur diri, makanya kesimpulan komisi II tadi mendesak segera [mengganti] dalam rangka persiapan Pilkada serentak 2020,” terangnya.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya langsung merespon cepat setelah Wahyu ditangkap KPK. KPU telah mengirimkan surat kepada Presiden, DPR dan DKPP untuk menyegerakan pergantian komisioner.

“Semuanya punya kewenangannya masing-masing. Presiden tentu kewenangan adminustrasif untuk menetapkan memberhentikan atau mengangkat anggota KPU,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kpu
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top