AS Yakin Iran Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina, Iran Membantah

Amerika Serikat yakin jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine Airlines disebabkan tembakan rudal yang tidak disengaja oleh Iran. Namun, pemerintah Teheran tegas menampik kemungkinan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  13:38 WIB
AS Yakin Iran Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina, Iran Membantah
Puing-puing pesawat milik Ukraine International Airlines, yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, terlihat di pinggiran Teheran, Iran 8 Januari 2020. - Nazanin Tabatabaee / WANA (Kantor Berita Asia Barat) via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat yakin jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine Airlines disebabkan tembakan rudal yang tidak disengaja oleh Iran. Namun, pemerintah Teheran tegas menampik kemungkinan ini.

Ukraine International Airlines Flight 752 dengan tujuan ibu kota Ukraina, Kyiv, jatuh pada Rabu, 8 Januari, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran. Tragedi ini terjadi tepat di tengah memanasnya tensi antara AS dan Iran.

Dilansir Al Jazeera, sejumlah pejabat AS pada Kamis (9/1/2020) mengatakan pesawat Ukraina tersebut kemungkinan dijatuhkan secara tidak sengaja oleh pertahanan udara Iran.

Kepada kantor berita Reuters, seorang pejabat AS mengutarakan bahwa satelit AS telah mendeteksi peluncuran dua rudal sesaat sebelum pesawat jatuh, diikuti oleh bukti ledakan. Dua pejabat kemudian mengatakan Washington yakin jatuhnya pesawat itu tidak disengaja.

Pihak Pentagon AS sejauh ini masih belum bersedia menyampaikan tanggapan apa pun terkait laporan itu. Di lain pihak, Iran dikabarkan menampik berita itu sebagai "rumor yang tidak masuk akal".

"Tidak mungkin sebuah rudal menghantam pesawat Ukraina itu,” ujar kepala penerbangan sipil Iran seperti dikutip oleh kantor berita INSA Iran.

Sebelumnya, pihak penyelidik Iran pada Kamis (9/1) mengatakan pesawat itu terbakar dan mencoba berbalik arah. Namun kru pesawat tidak pernah melakukan panggilan melalui radio untuk meminta bantuan.

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Irak, sebagai pembalasan atas serangan AS yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada 3 Januari.

Di antara total 176 korban tewas terdiri atas 82 warga Iran dan 63 warga Kanada.

Pada Kamis, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan memiliki intelijen dari berbagai sumber yang menunjukkan bahwa pesawat Ukraina itu secara tak disengaja ditembak jatuh oleh Iran.

“Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu dan intelijen kami sendiri. Bukti mengindikasi bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Iran. Ini mungkin tidak disengaja,” tutur Trudeau kepada wartawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing 737, ukraina

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top