Megawati : Saya Tak Akan Lindungi Kader Tak Taat Instruksi

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa tidak akan melindungi para kader yang membangkanh terhadap instruksi, aturan, serta ideologi partai.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  17:33 WIB
Megawati : Saya Tak Akan Lindungi Kader Tak Taat Instruksi
Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin duduk berdampingan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara Rakernas I PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). - Antara Foto/Syaiful Hakim

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa tidak akan melindungi para kader yang membangkang terhadap instruksi, aturan, serta ideologi partai.

Megawati bahkan meminta kepada mereka yang tak satu tarikan nafas dengan partai untuk mengundurkan diri.

“Pidato politik ini adalah instruksi langsung dari Ketua Umum bagi seluruh kader PDIP. Saya tidak akan melindungi kader yang tidak taat terhadap instruksi partai. Saya akan menggebrak hal yang seperti biasanya berkali-kali agar sadar terhadap tugas ideologi kita,” katanya saat sambutan pada hari ulang tahun PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Kemarin, kader PDIP, Harun Masiku menjadi tersangka atas dugaan pemberian suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Mahar diberikan agar dia bisa lolos menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Wahyu ditangkap tangan oleh KPK karena dugaan penerimaan janji terkait penetapan anggota DPR 2019—2024. Wahyu memberikan janji kepada Harun Masiku agar bisa anggota legislatif dari PDIP.

Hal ini karena anggota DPR yang terpilih dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Nazaruin Kiemas meninggal dunia. Akan tetapi suara terbesar setelah dia yang harus menggantinya adalah Riezky Aprilia. Di sini Wahyu melobi Harun dengan mahar diduga sebesar Rp900 juta untuk menggantikan Riezky.

Megawati yang merupakan Pesiden Kelima Indonesia ini menjelaskan bahwa 47 tahun kehadiran PDIP tidak selalu mulus. Dia menceritakan bagaimana membangun partai dengan kondisi suka duka hingga bisa bertahan sampai saat ini.

“Waktu itu hampir hancur lebur. Ternyata ketika saya tanya kapal kita akan karam, bendera kita sudah miring, apakah yang namanya perjuangan kita, kita lanjutkan? Kalian mengatakan ‘Siap ibu, kita bangun kembali.’ Dan ternyata memang kita bangun kembali saudara-saudara, jatuh, bangkit lagi, jatuh, bangkit lagi,” ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
megawati, pdip

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top