Iran Sebut Trump Teroris Berjas

Iran pada Minggu mengecam Donald Trump sebagai seorang teroris berdasi setelah Presiden AS itu mengancam menyerang 52 sasaran di Iran bila Tehran menyerang warga atau aset-aset AS dalam balas dendam atas terbunuhnya komandan militer Qassem Soleimani.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  00:59 WIB
Iran Sebut Trump Teroris Berjas
Presiden AS Donlad Trump. - Reuters

Bisnis.com, DUBAI - Iran menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump dengan menyampaikan kecaman keras.

Iran pada Minggu mengecam Donald Trump sebagai seorang teroris berdasi setelah Presiden AS itu mengancam menyerang 52 sasaran di Iran bila Tehran menyerang warga atau aset-aset AS dalam balas dendam atas terbunuhnya komandan militer Qassem Soleimani.

Saat AS dan Iran perang kata-kata, Uni Eropa, Inggris dan Oman mendesak kedua pihak berusaha menghentikan eskalasi krisis.

Soleimani, komandan militer utama Irak, terbunuh pada Jumat lewat serangan pesawat nirawak AS saat dalam iring-iringan di lapangan udara Baghdad.

"Seperti ISIS. Seperti Hitler.Seperti Jenghiskhan! Mereka semuanya membenci budaya. Trump teroris berjas. Dia akan belajar sejarah segera bahwa tak seorang pun dapat menaklukkan bangsa dan budaya agung Iran," kata Menteri Telekomunikasi dan Informasi Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam cuitannya.

Soleimani adalah arsitek operasi militer dan operasi bawah tanah luar negeri Iran dan memegang jabatan kepala Pasukan Pengawal Revolusi Quds. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat berjanji bahwa Iran akan mengupayakan balas dendam atas kematian Soleimani.

Trump menanggapi hal itu dan kata-kata keras lain Tehran lewat serangkaian cuitan pada Sabtu dengan mengatakan bahwa Iran dengan beraninya ngomong hendak menyerang aset-aset tertentu AS.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mendesak Menlu Iran lewat telepon pada Minggu untuk mendinginkan situasi dan mengundangnya ke Brussel guna membahas cara-cara melestarikan perjanjian nuklir tahun 2015 dengan Iran.

Penarikan diri AS dari perjanjian itu pada 2018 dan penerapan kembali sanksi terhadap Iran telah mencetuskan ketegangan baru setelah sempat reda sejenak.

Di Irak, banyak orang termasuk lawan-lawan Soleimani mengungkapkan amarah kepada Washington atas serangan yang menewaskan Soleimani dan pemimpin milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis di wilayah Irak. Serangan itu dinilai berpotensi menyeret negara mereka ke dalam perang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, Donald Trump

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top