Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tinjau Lokasi Ibukota Baru, Jokowi : Klaster Pemerintahan Akan Dibangun Pertama

Presiden Joko Widodo menyatakan klaster pemerintahan akan menjadi klaster pertama yang dibangun di ibukota baru di kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  20:42 WIB
Presiden Jokowi (kedua kiri), didampingi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (dari kanan), Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, memberikan penjelasan kepada pers, di sela-sela kunjungan ke Bukit Soeharto, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur - Setkab/Anggun
Presiden Jokowi (kedua kiri), didampingi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi (dari kanan), Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, memberikan penjelasan kepada pers, di sela-sela kunjungan ke Bukit Soeharto, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur - Setkab/Anggun

Bisnis.com, PENAJAM--- Presiden Joko Widodo menyatakan klaster pemerintahan akan menjadi klaster pertama yang dibangun di ibukota baru di kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pemerintah akan membangun sejumlah klaster seperti klaster pemerintahan, pendidikan, riset dan inovasi serta keuangan di lokasi ibukota baru tersebut. Pemerintah akan menyiapkan lahan 256.000 hektar untuk ibukota baru tersebut.

"Tapi yang akan dikerjakan terlebih dahulu yaitu kawasan pemerintahan 5.600 hektar, klaster pemerintahan," kata Jokowi seusai meninjau lokasi ibukota baru di Penajam Paser Utara.

Setelah meninjau, Jokowi menyatakan lokasi ini sangat mendukung sekali untuk kota pintar (smart city) hingga kota pintar (green city). Kendati lokasinya berbukit-bukit, Jokowi mengatakan kontur seperti itu bagus untuk sebuah kota.

"Justru ini kontur yang sangat bagus, bukan menyulitkan. Kalau arsitek atau urban planner diberi sebuah kawasan naik turun bukit pasti akan senang. Lihat saja nanti. Desainernya pasti akan senang sekali," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan lokasi yang akan digunakan sebagai ibukota baru ini bukan hutan alam atau hutan lindung. Jokowi menyatakan lokasi ini adalah hutan industri.

"Kalau yang 256.000 hektar itu memang dicadangkan untuk kawasan konservasi. Artinya kita ingin justru memperbaiki dari lingkungan yang ada ini. Sehingga saya sudah perintahkan ke menteri perhutanan untuk membangun kebun bibit seluas kurang lebih 100an hektare, yang nanti akan ada jutaan bibit di situ," kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Ibu Kota Dipindah IKN
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top