Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soekarwo jadi Wantimpres, Puan Bilang Hak Presiden Bukan Usulan SBY

Mantan Ketua DPD Partai Demokrat, Soekarwo ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  19:35 WIB
Soekarwo (kiri) - ANTARA/Zabur Karuru
Soekarwo (kiri) - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Ketua DPD Partai Demokrat, Soekarwo ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Dia dipilih bersama delapan orang lainnya, yaitu Sidharto Danusubroto, Wiranto, Arifin Panigoro, Agung Laksono, Putri Kuswisnu Wardani, Dato Sri Tahir, M Mardiono, dan Habib Luthfi bin Yahya.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengatakan bahwa dewan pertimbangan presiden (wantimpres) tidak boleh berasal atau mewakili pengurus partai. 

“Jadi artinya yang masuk ke dalam itu memang yang di luar unsur afiliasi politik. Tapi bisa memberi pertimbangan masukan kepada presiden,” katanya di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Puan menjelaskan bahwa ditariknya Soekarwo bisa saja dianggap sebagai upaya Jokowi merangkul lebih banyak kekuatan politik. Sampai saat ini belum ada kader Demokrat yang dirangkul Jokowi.

Akan tetapi Puan melihat mantan Gubernur Jawa Timur ini bukan representasi partai politik. Sama seperti Wiranto yang bukan pengurus Partai Hanura. 

Ditunjuknya Soekarwo klaim Puan juga tanpa ada intervensi apapun. Apalagi ada campur tangan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. 

“Keputusan presiden ini. Ini hak prerogatif presiden,” jelasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

soekarwo wantimpres
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top