Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkuat Muatan Kompetensi dan Sertifikasi, Lulusan STEI Siap Masuk Pasar Kerja

Pengusaha Tanah Air, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan di atas 50% lebih generasi muda Indonesia ingin memiliki usaha sendiri. Para usia muda ini merupakan generasi entrepreneurship atau generasi wirausaha.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  05:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha Tanah Air, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan di atas 50% lebih generasi muda Indonesia ingin memiliki usaha sendiri. Para usia muda ini merupakan generasi entrepreneurship atau generasi wirausaha.

Perwujudan gerak anak muda saat ini adalah lebih proaktif dan lebih produktif. Mereka merupakan generasi entrepreneurship yang akan membuka usaha secara mandiri.

Demikian pandangan dan pencerahan mantan Wagub DKI Jakarta dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 itu sebagai keynote speaker Wisuda  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) yang ke-47 yang dilaksanakan di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Di hadapan mahasiswa STEI, Sandi menitipkan dua pesan. Pertama, kenali diri sendiri. Kedua, identifikasi seluruh peluang yang ada di sekitar.

“Jangan mau hanya dijadikan pasar. Jadilah generasi produktif, jadilah generasi produktif, jadi generasi yang ikut menjadi pemain, bukan penonton,” katanya.

Sandi yakin generasi muda Indonesia akan menjadi pemain dari kemajuan ekonomi Indonesia 20 sampai 25 tahun mendatang.

“Saya selalu sampaikan generasi kita ke depan harus generasi proaktif, generasi yang berani mengambil risiko, generasi yang berinovasi, itu ciri-ciri yang membawa Indonesia maju ke depan,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai perkembangan akuntansi ke depan, pengusaha muda sukses itu yakin ada beberapa pekerjaan rutin terkait akuntansi akan tergantikan. Namun, bakal timbul lapangan-lapangan kerja baru seperti analitik terhadap big data dan lainnya.

“Menjadi tugas dunia usaha dan akademisi untuk merumuskan kurikulum baru agar akuntansi tidak ketinggalan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua STEI Ridwan Maronrong mengatakan, untuk mencetak lulusan yang bisa beradaptasi 4.0, maka STEI bekerjasama dengan dunia industri, sehingga link and match antara dunia pendidikan dan industri.

“STEI telah bekerjasama dengan perusahaan swasta dalam dan luar negeri, supaya lulusan STEI siap kerja,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, STEI membekali lulusannya dengan Sertifikat Pendamping Ijazah, sesuai program studi atau jurusan yang diambil dan TOEFL.

Untuk memenuhi kebutuhan manajemen berbasis digital, pada tahun ajaran 2020/2021 STEI membuka program baru yaitu Manajemen Bisnis Digital.

Ke depannya, Ridwan menargetkan STEI akan membuka kelas internasional dimulai dengan perkuliahan dengan bahasa Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur entrepreneurship
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top