Minyak Atsiri Berpotensi sebagai Bahan Baku dan Sintesis Obat

Minyak atsiri juga mampu meningkatkan keseimbangan lipid, fungsi hati, fungsi endotel, meningkatan relaksasi vaskular dan menghambat perkembangan diabetes.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  23:07 WIB
Minyak Atsiri Berpotensi sebagai Bahan Baku dan Sintesis Obat
Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, MALANG — Minyak atsiri berpotensi digunakan baku obat dan sintesis obat untuk mendukung Program Kemandirian Obat Nasional.

Demikian salah satu poin dari hasil penelitian Prof Warsito di bidang ilmu kimia organic yang disampaikan pada pengukuhannya sebagai guru besar dari Fakultas Ilmu Matemtika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya di Malang, Rabu (4/12/2019).

Menurut dia, Indonesia saat ini sedang berada masa bonus demografi yang memberikan perubahan dan pengaruh pada pola makan. Seringnya mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi akan lemak dibandingkan konsumsi sayur dan buah-buahan membuat jumlah penderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung, stroke dan gagal ginjal semakin meningkat.

“Maka dari itu, perlu adanya penyediaan kebutuhan obat yang memadai baik secara kualitas dan kuantitas,” katanya.

Namun sayangnya kebutuhan tersebut belum bisa sepenuhnya diakomodasi oleh pemerintah mengingat ketidaksiapan industri kimia dalam menyediakan bahan baku obat, belum adanya dukungan teknologi sintesis dan permunian obat, hingga pemanfaatan SDA yang masih terbatas.

Prof Warsito.

Solusi penggunaan minyak atsiri sebagai zat alami yang diekstrak dari tanaman aromatik memiliki efek biologis, seperti ativitas anti-oksidan dan anti-inflamasi sehingga minyak ini telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional.

"Minyak atsiri juga mampu meningkatkan keseimbangan lipid, fungsi hati, fungsi endotel, meningkatan relaksasi vaskular dan menghambat perkembangan diabetes," ucapnya.

Minyak atsiri juga memiliki kandungan senyawa mayor dengan struktur kimia unik, yakni memiliki lebih dari satu pusat reaksi yang dapat direkayasa menjadi berbagai senyawa turunannya yang berkhasiat sebagai obat.

Dengan keanekaragaman ekosistem di Indonesia dapat menghasilkan beragam jenis dan genetik sumber daya hayati. Biodiversitas minyak atsiri telah dikenal dunia, mulai dari rempah, mikroganggang, herbal, tanaman budi daya hingga tanaman kayu dan non kayu.

"Untuk meningkatkan value dari minyak atsiri yang berkualitas tinggi, diperlukan pengembangan benefit baik sebagai bahan baku maupun komponen tunggal dari bahan sintesis obat baru dengan proses yang efektif dan efisien," ujarnya.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat herbal, penelitian

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top