Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Wapres Ma'ruf Amin Memilih Staf Khususnya

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menampik para staf khusus merupakan upaya menampung para pengusung dirinya dalam Pilpres lalu yang didominasi sosok dari organisasi Nahdatul Ulama. 
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 28 November 2019  |  16:59 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada wartawan terkait dengan sejumlah isu yang berkembang. - Bisnis/Anggara Pernando
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada wartawan terkait dengan sejumlah isu yang berkembang. - Bisnis/Anggara Pernando

Kabar24.com, JAKARTA — Kantor Wakil Presiden telah menetapkan delapan orang staf khusus untuk membantu Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjalankan tugas kedinasannya. 

Latar belakang para staf khusus itu dari berbagai kalangan. Ada yang berlatar belakang sebagai organisasi masyarakat seperti Nahdatul Ulama, namun juga ada akademisi maupun staf khusus era Wakil Presiden Jusuf Kalla. Lalu apa pertimbangan penunjukan orang dekat wakil presiden ini?

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa kriteria utama menjadi staf khusus adalah sosok yang dikenalnya dan memiliki kemampuan yang sesuai. Selain itu staf khusus wakil presiden juga sosok yang memiliki integritas. 

"Kalau yang ingin jadi staf khusus sih banyak, tetapi saya memilih kriterianya yang seperti itu. Saya kenal baik, saya tahu kemampuan saya juga tahu integritasnya," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dengan kriteria ini, Ma'ruf memastikan staf khusus Lukmanul Hakim yang sedang dilaporkan ke kepolisian tetap memenuhi syarat. 

"Lukmanul Hakim itu sudah ada klarifikasi," katanya.

Ma'ruf juga menampik para staf khusus merupakan upaya menampung para pengusung dirinya dalam Pilpres lalu yang didominasi sosok dari organisasi Nahdatul Ulama. 

"Termasuk, ya termasuk. Tapi tidak semuanya orang NU. Ya ada orang NU-nya, ada bukannya. Ada orang lamanya, [latar belakangnya] campur saja," katanya.

Sementara untuk keberadaan tim ahli, dia memastikan belum akan membentuk dalam waktu dekat. 

"Kalau menurut aturannya boleh, tapi nanti sajalah. Kita pikirkan belakangan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilihan presiden staf khusus Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top