Gempa Mindanao 6,6 M Terasa Hingga Indonesia

Kawasan Mindanao, Filipina, Selasa (29/10/2019), diguncang gempa berkekuatan 6,6 M. Guncangan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,6 tersebut dirasakan hingga wilayah Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  10:21 WIB
Gempa Mindanao 6,6 M Terasa Hingga Indonesia
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kawasan Mindanao, Filipina, Selasa (29/10/2019), diguncang gempa berkekuatan 6,6 M.

Guncangan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,6 tersebut dirasakan hingga wilayah Indonesia.

"Gempa bumi Mindanao dirasakan hingga di wilayah Indonesia seperti Tahuna, Sangihe, Melonguane, dan Talaud dalam skala intensitas II-III MMI. Di wilayah tersebut guncangan dirasakan seperti truk berlalu," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Selasa.

Gempa dengan kedalaman 15 kilometer tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang belum dikenali.

Menurut Daryono, gempa Mindanao, Selasa pagi, sebenarnya sudah didahului gempa pembuka yang mengguncang kuat pada 16 Oktober 2019 atau 12 hari lalu dengan magnitudo 6,4.

Dampak gempa saat itu menyebabkan setidaknya satu orang meninggal dunia dan lebih dari 24 orang terluka akibat guncangan kuat yang merusak bangunan saat gempa pembuka tersebut.

Gempa kali ini magnitudonya lebih besar, sehingga tampaknya gempa kali ini akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah, karena peta tingkat guncangannya (shake map) menunjukkan guncangan mencapai skala intensitas VII MMI. Artinya dapat terjadi kerusakan sedang hingga berat.

Dia menyatakan, wilayah Indonesia yang memiliki banyak sesar aktif perlu mewaspadainya dan belajar dari peristiwa gempa yang terjadi di Mindanao agar selalu waspada terhadap dampak gempa.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Edward H Mengko mengatakan, gempa di Mindanao-Filipina pukul 08:04:48 WIB pada kedalaman 43 kilometer (hasil update) tidak berdampak ke Sulawesi Utara.

"Dirasakan di Tahuna, dan tidak ada informasi kerusakan. Gempa ini tidak berpotensi tsunami," sebut Edward di Manado, Sulawesi Utara.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Rivo Pudihang mengatakan, gempa yang terjadi di Mindanao-Filipina terasa tiga sampai empat detik.

"Terasa tidak terlalu lama (3-4 detik), pegawai sempat keluar gedung, tetapi tidak ada kepanikan," sebut Rivo ketika dihubungi melalui telepon selular di Manado, Selasa.

Hingga kini, lanjut dia, belum ada informasi terjadinya kerusakan rumah atau bangunan pascagempa tersebut.

"Kami sementara memantau dampak gempa di Pulau Marore yang jaraknya dekat dengan pusat gempa," ujarnya.

Dia berharap, masyarakat tidak cepat menelan informasi yang berkembang sifatnya kabar bohong atau tidak terverifikasi sumbernya.

"Kami tetap mengajak masyarakat mempercayai informasi dari sumber-sumber terdekat seperti BPBD atau dari BMKG sebagai sumber pertama informasi. Jangan mudah termakan informasi akan tetapi bisa bertanya kepada instansi terkait," ajaknya.

Gempa bermagnitudo 6,6 mengguncang Mindanao-Filipina pukul 08:04:48 WIB pada kedalaman 43 kilometer (hasil update), tidak berdampak ke Sulawesi Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak terdampak ke wilayah Sulut, tidak berpotensi tsunami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mindanao, gempa

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top