Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Tes Antiradikalisme untuk CPNS 2019?

Lebih lanjut dilaporkan, dalam tes CPNS kali ini diisukan akan ada penambahan seleksi untuk mencegah calon ASN radikalisme masuk dalam institusi negara.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  08:21 WIB
Ada Tes Antiradikalisme untuk CPNS 2019?
Ilustrasi. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) berswafoto. - ANTARA/Rahmad)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo secara resmi mengumumkan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 akan berlangsung pada 11 November 2019 mendatang. 

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, formasi CPNS 2019 yang dibuka meliputi 68 kementerian lembaga dan 462 provinsi, kabupaten dan kota yang nantinya dapat diakses melalui portal sscn.bkn.go.id. 

Lebih lanjut dilaporkan, dalam tes CPNS kali ini diisukan akan ada penambahan seleksi untuk mencegah calon ASN radikalisme masuk dalam institusi negara. 

Kepala BKN Bima Haria Wibisana sebelumnya menyebut untuk mencegah radikalisme di kalangan ASN, pihaknya akan menyusun mekanisme dan penyaringan calon ASN baru.

Bima menuturkan seleksi ASN akan dilakukan dengan sejumlah metode pencegahan radikalisme yakni profiling dan wawancara yang akan dilakukan masing-masing panitia seleksi instansi. 

"Panitia seleksi calon ASN setiap instansi akan dibekali dengan pembinaan penanganan terhadap radikalisme, ujaran kebencian dan anti-Pancasila serta anti-NKRI," tegasnya dikutip dari siaran pers BKN pada Kamis (24/10/2019). 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius pun mengatakan saat ini radikalisme telah menyebar di berbagai institusi.  Dia mengimbau agar ditingkatkannya sinergi secara internal dan berkelanjutan guna menekan potensi ancaman infiltrasi radikalisme ke dalam institusi. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkn radikalisme
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top