Bambang Harapkan Transisi Dikti ke Kemendikbud Berjalan Mulus

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro secara resmi menggantikan posisi Mohamad Nasir sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kenegaraan pada Rabu (23/10/2019).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  17:48 WIB
Bambang Harapkan Transisi Dikti ke Kemendikbud Berjalan Mulus
Sertijab Kemenritekdikti dari Mohamad Nasir ke Bambang Brodjonegoro di Gedung Ristekdikti, Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu (23/10 - 2019)

Bisnis.com, JAKARTA - Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro secara resmi menggantikan posisi Mohamad Nasir sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kenegaraan pada Rabu (23/10/2019). 

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) tersebut memasuki kantor pertamanya di Gedung Ristekdikti Senayan, Jumat (23/10/2019) pada pukul 15.28 WIB didampingi oleh Mohamad Nasir. 

Dalam sambutannya, mantan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut dirinya akan menjadi Menteri dengan atribusi Pendidikan Tinggi (Dikti) terakhir yang pernah ada dalam lingkungan Ristekdikti. 

"Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada Bapak Bambang Permadi Soemantri Beodjonegoro sebagai Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional. Mohon izin Pak Menteri saya adalah Menteri pertama kali dan terakhir sebagai Ristekdikti. Ristek kembali, Dikti kembali. Atau memang saya selama-lamanya jadi Menteri Ristek dan Dikti," ujarnya sambil tertawa. 

Ia berharap dengan pengembalian kembali kompartemen Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan sesuai dengan UU 11 nomor 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 

Bambang pun menyambut baik candaan Mohamad Nasir tersebut. Ia menggarisbawahi harapannya agar pemindahan Dikti ke Kemendikbud berjalan dengan mulus. 

"Saya dengar-dengar ya, Pak Nasir, saat di Bappenas riset bikin sakit kepala kalau kadang BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Dikti nggak sinkron. Harapannya kita duduk bersama diskusi baik-baik, kita ingin yang terbaik untuk negeri ini," kata Bambang. 

Ia pun menuturkan pengalihan organisasi berupa transisi akan ia diskusikan dengan Nadiem Makarim selaku Mendikbud agar berjalan baik sehingga ia bisa bekerja maksimal tanpa hambatan urusan administratif birokrasi.

"Tetap agenda riset harus kita kejar jadi kita mudah-mudahan di BRIN punya cakupan yang jelas. Tentunya kita akan mendengarkan pandangan dari setiap stakeholder. Saya ingin belajar lebih banyak lagi dari yang punya pengalaman lebih lama dalam bidang research dan teknologi," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenristek, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top