Alasan Jokowi Ubah Nama Kabinet Kerja Jadi Kabinet Indonesia Maju

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengubah nama kabinet dari Kabinet Kerja menjadi Kabinet Indonesia Maju
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  12:17 WIB
Alasan Jokowi Ubah Nama Kabinet Kerja Jadi Kabinet Indonesia Maju
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengubah nama kabinet dari Kabinet Kerja menjadi Kabinet Indonesia Maju.

Kabinet Kerja adalah nama kabinet untuk pemerintahan periode 2014-2019 dan Kabinet Indonesia Maju adalah nama kabinet untuk pemerintahan 2019-2024.

Jokowi mengatakan arah kebijakan dalam 5 tahun mendatang adalah menjadikan Indonesia negara maju.

"Dalam 5 tahun kemarin kita kan kerja kerja kerja. Ini (pemerintahan 2019-2024) arahnya untuk menghantarkan Indonesia maju," kata Jokowi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019) seusai berfoto bersama para menteri dan kepala lembaga yang baru saja dilantik.

Presiden Jokowi menyatakan dirinya tidak menetapkan target 100 hari kerja setelah pelantikan anggota Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 karena pemerintahan periode kedua ini melanjutkan pemerintahan periode pertama.

Menurutnya, pemerintah ingin fokus ke isu defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Di samping itu, Jokowi ingin membuka lapangan pekerjaan dengan cara menarik investasi sebanyak-banyak.

Di samping itu, pemerintah juga memperhatikan mengenai reformasi birokrasi. Jokowi menyatakan dirinya telah menyampaikan pesan kepada para menteri bahwa reformasi birokrasi harus diselesaikan secara konkrit. Hal-hal yang dianggap ruwet harus disederhanakan.

"Kemudian tentu saja prioritas utama kita lima tahun ke depan pembangunan sumber daya manusia. Semua yang berkaitan dengan itu harus kita garap secara ramai-ramai sehingga memunculkan sebuah daya saing, memunculkan sebuah competitivenes index yang meloncat lebih baik," kata Jokowi yang juga ingin APBN digunakan lebih fokus dan terarah.

Seperti diketahui, Jokowi telah melantik 34 menteri dan 4 kepala lembaga yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Latar belakang mereka beragam, mulai dari pengusaha, polisi, militer, akademisi, aktivis dan profesional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Jokowi

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top