Jokowi Ingin Acara Pelantikan Sederhana, Relawan Batalkan Parade dan Pawai Budaya 20 Oktober

Relawan Projo sedianya menyiapkan perayaan pelantikan Presiden-Wapres sama seperti perayaan 5 tahun lalu.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  10:38 WIB
Jokowi Ingin Acara Pelantikan Sederhana, Relawan Batalkan Parade dan Pawai Budaya 20 Oktober
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kanan) dan Sekjen DPP Projo Handoko (kiri) dalam satu acara di Jakarta. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Relawan Pro Jokowi atau Projo membatalkan acara Syukuran Inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden 2019—2024 yang rencananya digelar Minggu (20/10/2019).

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pembatalan acara yang digagas relawan tersebut diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Jokowi ingin langsung bekerja usai dilantik oleh di depan MPR/DPR RI.

"Bapak Presiden meminta acara yang digagas relawan tidak dilaksanakan secara berlebihan. Parade budaya, karnaval dan pawai kebudayaan nusantara dibatalkan. Gajah Projo yang sudah dipersiapkan untuk tampil juga tidak jadi beraksi. Kami pun bersedih dan berat hati," katanya dalam siaran pers, Kamis (17/10/2019).

Budi mengatakan pihaknya memang menyiapkan usulan perayaan pelantikan Presiden-Wapres sama seperti perayaan 5 tahun lalu.

Dia bahkan sudah menyiapkan banyak hal, misalnya pawai Gajah dari Way Kambas, tarian dari seluruh Indonesia untuk semarakkan dan meriahkan pasca pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Bahkan, lanjutnya, ratusan ribu anggota Projo dari seluruh Indonesia sudah siap bergerak ke Jakarta. Namun, karena berbagai pertimbangan, acara inagurasi akan dilakukan secara sederhana.

"Kita pertimbangkan semangat Pak Presiden yang ingin perayaan berlangsung sederhana. Kita harus sambut positif semangat Presiden yang ingin langsung bekerja," jelasnya.

Sementara, itu Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut Jokowi ingin segera bekerja sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan.

"Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata Moeldoko.

Menurutnya, Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

Namun, dia meminta semua pihak menerima keputusan Presiden terkait pembatalan pawai kebudayaan pasca pelantikan.

"Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan, makanya saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Presiden mau kerja saja," ucap Moeldoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, seni budaya, parade, Relawan Jokowi

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top