RI Berkomitmen Jadi Negara Sahabat Lebanon

Indonesia berkomitmen menjadi negara sahabat Lebanon yang akan selalu meningkatkan hubungan bilateral dengan negara berjuluk Switzerland from the East itu.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  18:41 WIB
RI Berkomitmen Jadi Negara Sahabat Lebanon
Bendera Lebanon - Shutter

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia berkomitmen menjadi negara sahabat Lebanon yang akan selalu meningkatkan hubungan bilateral dengan negara berjuluk Switzerland from the East itu.
 
Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohar mengatakan Indonesia akan senantiasa berdiri dan bahu-membahu untuk meningkatkan jalinan hubungan bilateral dalam berbagai bidang, baik politik-kemanan, ekonomi, maupun sosial-budaya. 
 
“Sehingga, Indonesia dan Lebanon dapat maju bersama-sama dan sama-sama menjadi bangsa yang besar," ujarnya dalam resepsi diplomatik memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI ke-74 di Beirut, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (11/10/2019).
 
Hajriyanto berharap hubungan antarmasyarakat kedua negara ke depan dapat didorong agar satu sama lain lebih saling mengenal dan dapat berbagi pengalaman terbaik untuk meraih kemajuan kedua negara.
 
Resepsi diplomatik a.l. dihadiri Menteri Kebudayaan Muhammad Dawoud, anggota Parlemen Lebanon, Mohammad al-Hajjar dan Dima Jamali, perwakilan pimpinan tertinggi United Nations Interim Force in Lebanon atau Unifil (Force Commander) Gen Stevano Del Col, para duta besar, pimpinan universitas, kalangan diplomatik, dan pengusaha. 
 
Dalam sejarah, hubungan bilateral dengan Lebanon dimulai dengan pengumuman pengakuan de jure atas negara RI oleh Presiden Lebanon, Bechara El-Khoury, pada 29 Juli 1947. 
 
Sementara itu, hubungan diplomatik kedua negara telah dirintis sejak dekade 50-an dengan mengakreditasikan Duta Besar Rl di Kairo untuk merangkap Lebanon. Sejak 1996, Kedubes RI resmi berdiri di Beirut. Nilai sejarah yang tinggi itu menjadi dasar bagi KBRI Beirut dalam menjalankan misi diplomatik.
 
Hajriyanto menyampaikan komitmen Indonesia mendorong dan menjaga perdamaian dunia, baik melalui mekanisme bilateral maupun forum internasional, telah diakui dunia. Pengakuan itu a.l. ditandai oleh terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 –2020.
 
Selain itu, upaya menjaga perdamaian juga diwujudkan dengan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Kontingen Garuda ke berbagai wilayah, termasuk di bawah kerangka Unifil. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hubungan bilateral

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top