Wiranto Ditusuk OTK, Pelaku Diduga Gunakan Kunai yang Biasa Dipakai Ninja Jepang

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, Wiranto dan Kapolsek Menes kemungkinan ditusuk menggunakan kunai atau pisau lempar kecil yang biasa digunakan oleh pasukan rahasia Ninja di Jepang.  Penyerangan terjadi saat Wiranto melakukan kunjungan kerja di Pandeglang Banten.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:35 WIB
Wiranto Ditusuk OTK, Pelaku Diduga Gunakan Kunai yang Biasa Dipakai Ninja Jepang
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri SA dan FA sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto menderita luka dua tusukan di bagian perut. Polisi mengamankan dua tersangka yang diduga terpapar jaringan radikal. - Antara/Weli Ayu Rejeki

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Kapolsek Menes, Pandeglang, ditusuk orang tak dikenal yang diduga terkait jaringan Jamaah Ansharut Daulah.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, Wiranto dan Kapolsek Menes kemungkinan ditusuk menggunakan kunai atau pisau lempar kecil yang biasa digunakan oleh pasukan rahasia Ninja di Jepang.  Penyerangan terjadi saat Wiranto melakukan kunjungan kerja di Pandeglang Banten.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, senjata tajam jenis pisau lempar khas Ninja tersebut dijual bebas di sejumlah e-commerce. Harganya pun cukup bervariasi mulai dari Rp50.000 hingga Rp1 juta, tergantung bahan yang digunakan.

Para pelapak menjual senjata tajam itu secara bebas tanpa melihat siapa pembeli dan tujuan pembelian kunai tersebut. Ada beberapa jenis kunai yang saat ini dijual bebas di e-commerce, seperti kunai shuriken, knuckle asuma dan kunai lempar yang biasanya berisi lebih dari satu buah kunai lengkap dengan pembungkusnya.

Senjata tajam yang diduga digunakan untuk menusuk Menko Polhukam Wiranto/Istimewa

Sementara itu seperti ditulis Tempo.co, Kepolisian masih mengonfirmasi perihal senjata yang digunakan pelaku untuk menusuk Wiranto. "Antara gunting atau pisau, yang jelas sudah dipersiapkan oleh pelaku," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Namun berdasarkan foto beredar, senjata yang digunakan adalah kunai. Senjata tersebut berwarna hitam dengan bulatan di ujung pegangannya. Pada gagangnya, terdapat lilitan tali berwarna merah.

Masyarakat mengenal senjata tersebut sebagai kunai karena acap muncul dalam anime Jepang, seperti serial Naruto.

Akibat penusukan, Wiranto terkena luka di bagian perut dan kini tengah mendapat perawatan di RSPAD Gatot Subroto setelah terlebih dahulu mendapat perawatan di RSUD Pandeglang.

Selain Wiranto, Kepala Kepolisian Sektor Menes Komisaris Dariyanto juga terkena luka tusuk. "Karena kebetulan Kapolseknya sedang berada di dekat Pak Wiranto. Dia luka di bagian punggung," ucap Dedi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, FA dan SA alias Abu Rara terpapar paham radikal. "Dugaan laki laki terpapar paham radikal ISIS, yang perempuan masih didalami," ujar Dedi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wiranto, terorisme

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top