Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Mahasiswa Kendari Tewas, Proyektil Peluru Diteliti di Belanda dan Australia

Polda Sulawesi Tenggara mengirimkan proyektil peluru yang menembus tubuh Randi dan seorang ibu hamil ke Belanda dan Australia untuk diteliti kepemilikannya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  19:37 WIB
Personel Tim Inafis menemukan selongsong peluru saat olah TKP tertembaknya Almarhum Immawan Randi di Jalan Abdulah Silondae, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9/2019). Hasil olah TKP tim Inafis menemukan 3 selongsong peluru di lokasi tewasnya mahasiswa Universitas Haluoleo, Immawan Randi dan La Ode Yusuf Wijaya. - Antara
Personel Tim Inafis menemukan selongsong peluru saat olah TKP tertembaknya Almarhum Immawan Randi di Jalan Abdulah Silondae, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/9/2019). Hasil olah TKP tim Inafis menemukan 3 selongsong peluru di lokasi tewasnya mahasiswa Universitas Haluoleo, Immawan Randi dan La Ode Yusuf Wijaya. - Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengirimkan proyektil peluru yang menembus tubuh Randi dan seorang ibu hamil ke Belanda dan Australia untuk diteliti kepemilikannya.
 
Randi dan seorang ibu hamil yang berada di dekat lokasi unjuk rasa, tepatnya di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara menjadi korban peluru nyasar yang diduga milik anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara saat mengamankan aksi unjuk rasa.
 
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra meyakini jika proyektil peluru itu dikirim ke Belanda dan Australia untuk diteliti, maka Polri dapat memberikan kepastian dan profesionalisme kepada masyarakat, terutama keluarga korban peluru tersebut.
 
"Jadi hal ini dilakukan agar Polri dapat profesional, netral dan memberi kepastian, maka proyektil akan diuji secara laboratoris ke Belanda dan Australia," tuturnya, Senin (7/10/2019).
 
Dia juga menjelaskan ada tiga proyektil peluru yang ditemukan di sekitar korban dan akan dikirimkan ke luar negeri untuk diteliti asal muasal peluru itu. Asep memastikan pihaknya akan mengumumkan hasil penelitian proyektil peluru tersebut, jika sudah dikirimkan dari Belanda dan Australia.
 
"Proyektil yang diteliti adalah proyektil yang kami temukan di sekitar korban," katanya.
 
Sebelumnya, Randi (21), mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara ditemukan tewas saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara. Tidak jauh dari lokasi tewasnya Randi, ditemukan seorang ibu hamil yang juga terkena peluru pada bagian kaki.
 
Randi tewas ditempat. Sementara ibu hamil yang terkena tembak pada bagian kaki, dilarikan ke Rumah Sakit terdekat dan nyawanya masih bisa tertolong.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo demo mahasiswa
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top