Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirut Jadi Tersangka, Operasional PT INTI Tidak Terganggu

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI menegaskan akan bersikap kooperatif serta menghormati langkah yang ditempuh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penetapan direktur utama perusahaan sebagai tersangka.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  14:46 WIB
Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). - Antara
Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/9/2019). - Antara

Bisnis.com, BANDUNG – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI menegaskan akan bersikap kooperatif serta menghormati langkah yang ditempuh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan penetapan direktur utama perusahaan sebagai tersangka.

Pjs Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT INTI (Persero) Gde Pandit Andika Wicaksono menuturkan perusahaan pun percaya pihak KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangan sepenuhnya dalam rangka penegakan hukum.

"Adapun penetapan tersangka tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda strategis yang telah ditetapkan," kata Gde dalam siaran pers, Kamis (03/10/2019).

Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara ditetapkan sebagai tersangka kasus suap antar BUMN pada Rabu (02/10/2019).

Kasus ini melibatkan Andra Agussalam sebagai Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II dan Taswin Nur yang diduga KPK sebagai tangan kanan pejabat PT INTI.

Andra sebagai tersangka diduga telah menerima suap berkaitan dengan proyek pengadaan baggage handling system (BHS) atau sistem penanganan bagasi di 6 bandara yang dikelola AP II.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK pt inti
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top