Akhirnya, Putra Mahkota Arab Saudi Akui Berperan dalam Pembunuhan Khashoggi

Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, untuk pertama kalinya, mengungkapkan perannya dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2019  |  14:06 WIB
Akhirnya, Putra Mahkota Arab Saudi Akui Berperan dalam Pembunuhan Khashoggi
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menerima keluarga Jamal Khashoggi di Riyadh - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus pembunuhan jurnalis ternama Jamal Khashoggi di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, belum genap berusia 1 tahun. Selama itu pula, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengunci rapat bibirnya.

Di tengah tudingan berbagai pihak mengenai keterlibatan sang pangeran dalam kasus yang mengguncang dunia internasional itu, MBS, ‘nama panggung’ Putra Mahkota, memilih bergeming.

Namun kini, pemimpin negara Timur Tengah itu untuk pertama kalinya mengungkapkan telah berperan dalam pembunuhan Khashoggi. Mohammed bin Salman mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi terjadi di bawah pengawasannya.

“Peristiwa itu terjadi di bawah pengawasan saya. Saya menerima semua tanggung jawab atasnya karena terjadi di bawah pengawasan saya,” ungkap MBS dalam sebuah wawancara, seperti dilansir dari Frontline PBS.

Kendati demikian, dia bersikeras bahwa pembunuhan Khashoggi terjadi tanpa sepengetahuannya. Ia menyalahkan sejumlah pejabat yang tidak disebutkan namanya karena bertindak sendiri.

Jamal Khashoggi, warga Amerika Serikat (AS) kelahiran Saudi yang juga berprofesi sebagai kolumnis The Washington Post, dinyatakan dibunuh oleh sekelompok agen Arab Saudi setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Pembunuhan Khashoggi, yang terkenal kerap melancarkan kritik terhadap pemerintahan Saudi di masa hidupnya, menyeret nama sang putra mahkota.

Pangeran MBS diduga menjadi aktor utama di balik rencana pembunuhan Khashoggi, meskipun pihak Kerajaan Saudi berulang kali membantah keterlibatan sang pangeran. Banyak pembantu dan staf keamanan terdekatnya diketahui terlibat dalam pembunuhan itu.

Beberapa pekan setelah kematian Khashoggi, MBS hanya menyatakan bahwa pembunuhan itu "keji" dan berjanji akan menyelidikinya.

Wawancara oleh koresponden Frontline tersebut diketahui dilakukan pada Desember 2018. MBS menerangkan bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi tanpa sepengetahuannya serta bagaimana timnya dapat bebas menggunakan pesawat jet pemerintah untuk keluar masuk Istanbul saat kejadian.

“Kami memiliki 3 juta pegawai pemerintah. Saya memiliki pejabat, menteri untuk menuruti hal-hal, dan mereka bertanggung jawab, mereka memiliki wewenang untuk melakukan itu," jawabnya berdalih.

Pernyataan sang pangeran hanyalah satu sisi dari laporan baru yang ditampilkan untuk film dokumenter “The Crown Prince of Saudi Arabia” oleh Frontline.

Film dokumenter tersebut, yang bakal mengudara menjelang peringatan satu tahun kematian Khashoggi, juga mencakup cuplikan wawancara dengan Khashoggi yang menyoroti transformasinya dari seorang pendukung menjadi kritikus putra mahkota.

"Saya tidak ingin menjadi pembangkang, tetapi pada saat yang sama, saya tidak ingin kembali ke rumah dan diam saja,” tutur Khashoggi, berbulan-bulan sebelum kematiannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, Jamal Khashoggi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top