Negara-negara Uni Eropa di Indonesia Gelar Climate Diplomacy Week 2019

Uni Eropa bersama negara-negara anggotanya menggelar Climate Diplomacy Week atau Pekan Diplomasi Iklim pada 23 September—6 Oktober 2019. Acara ini diisi dengan serangkaian kegiatan kampanye pencegahan perubahan iklim yang diadakan di kawasan Uni Eropa dan di seluruh dunia. 
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 25 September 2019  |  08:25 WIB
Negara-negara Uni Eropa di Indonesia Gelar Climate Diplomacy Week 2019
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns dalam acara peluncuran EU Climate Diplomacy Week 2019, di Jakarta, Senin 23/9/2019 - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA— Uni Eropa bersama negara-negara anggotanya menggelar Climate Diplomacy Week atau Pekan Diplomasi Iklim pada 23 September—6 Oktober 2019. Acara ini diisi dengan serangkaian kegiatan kampanye pencegahan perubahan iklim yang diadakan di kawasan Uni Eropa dan di seluruh dunia. 

 Di Indonesia, Delegasi Uni Eropa dan Kedutaan Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa juga turut serta melakukan hal yang sama, ditandai dengan  peluncuran Climate Diplomacy Week 2019 di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Senin (23/9/2019). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi kedutaan besar negara-negara anggota Uni Eropa dengan Pemerintah Indonesia, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pihak lainnya. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesadaran publik tentang masalah lingkungan yang terkait perubahan iklim. 

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns menuturkan bahwa pihaknya turut terlibat aktif dalam upaya penyelamatan bumi. Pada pembukaan Climate Diplomacy Week 2019 ini, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia mengundang para pegiat lingkungan untuk berbagi cerita mereka kepada publik.

“Kami menyambut baik dan mendukung para pegiat lingkungan tersebut. Mereka adalah bukti bahwa banyak upaya positif bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim,” ujar Grijns. 

Kali ini kolaborasi berlangsung antar 7 kedutaan, 18 organisasi masyarakat, serta 12 opinion leader dengan harapan akan memberi dampak dan manfaat yang besar dan  sedini mungkin untuk menyelamatkan lingkungan

“Perubahan iklim adalah ancaman langsung yang nyata dan tak satu pun negara terhindar darinya, sehingga dibutuhkan upaya kolektif untuk menyikapinya,” ujar Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Michael Bucki.

Tema Climate Diplomacy Week tahun ini adalah “Anak Muda dan Aksi Iklim”. Tema ini dipilih karena tingginya antusiasme orang muda dalam memimpin aksi untuk mengatasi dampak perubahan iklim. 

Uni Eropa berkomitmen untuk mendukung aksi para pemuda ini dengan membuat suara mereka lebih didengar, dan secara lebih tegas menuntut pemerintah, dunia usaha, dan semua orang untuk mengambil sikap.

Climate Diplomacy Week 2019 terdiri dari serangkaian kegiatan tematik di Jakarta, dan di kota-kota lainnya. Kegiatan itu adalah forum diskusi, lokakarya, kompetisi, permainan, demo masak, dan program pembersihan lingkungan.

Kegiatan ini juga turut didukung dengan kolaborasi dengan berbagai organisasi kaum muda dan individu yang selama ini berkonsentrasi dalam memecahkan masalah perubahan iklim di bidang pelestarian hutan dan Iaut, energi terbarukan, produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, serta perencanaan tata kota yang berwawasan hijau, salah satunya adalah komunitas Hutan Itu Indonesia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top