Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat: Jokowi di Dalam Oligarki Parpol yang Orang-orangnya Diamankan KPK

Pengamat sosio-politik, Fachry Ali mengatakan Presiden Jokowi seharusnya paham bahwa kemunculan namanya adalah hasil dari tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membantai para elite politik pasca-era Orde Baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 September 2019  |  09:57 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), KetuaTim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, calon presiden Jokowi Widodo, Jusuf Kalla, dan calon wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan)./JIBI/BISNIS - Muhammad Ridwan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), KetuaTim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, calon presiden Jokowi Widodo, Jusuf Kalla, dan calon wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan)./JIBI/BISNIS - Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat sosio-politik, Fachry Ali mengatakan Presiden Jokowi seharusnya paham bahwa kemunculan namanya adalah hasil dari tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membantai para elite politik pasca-era Orde Baru.

"Jokowi seharusnya paham hasil tindakan KPK membantai elite lah yang kemudian memunculkan namanya," ujar Fachry dalam acara Simposium peneliti Jokowi ketiga, di Utan Kayu Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Tindakan tersebut, dibalas para elite dengan membantai KPK dengan perlakuan yang sama. Itu karena susunan kekuasaan yang berada di pemerintahan Jokowi berlangsung sangat kondusif untuk para elite tersebut.

Transformasi dari era pascajawa Orde Baru menuju demokratisasi yang sebenarnya itu, menurut Fachry, akan kuat apabila Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah berusaha menjadi pendamping Jokowi dalam membangun etika sosial dalam antikorupsi.

"NU dan Muhammadiyah harus membangun dasar etik dan dukungan moral bagi Jokowi dalam memberantas korupsi," saran Fachry.

1 dari 3 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revisi uu kpk
Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top