Penuhi Target Iklim, Bos BP Siap Jual Proyek Minyak

CEO BP Plc. Bob Dudley berencana menjual beberapa proyek minyak dan membatasi pengembangan proyek-proyek lain untuk menyelaraskan bisnisnya dengan kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 September 2019  |  17:11 WIB
Penuhi Target Iklim, Bos BP Siap Jual Proyek Minyak
Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – CEO BP Plc. Bob Dudley berencana menjual beberapa proyek minyak dan membatasi pengembangan proyek-proyek lain untuk menyelaraskan bisnisnya dengan kesepakatan Paris tentang perubahan iklim.

Langkah perusahaan migas multinasional ini menjadi pertanda baru bahwa kekhawatiran iklim mulai berdampak pada keputusan investasi produsen-produsen bahan bakar fosil dunia.

“Dalam beberapa hari terakhir, eksekutif-eksekutif senior BP berkumpul untuk membahas bagaimana cara mengurangi karbon,” terang Bob Dudley dalam suatu konferensi pers pada Rabu (11/9/2019) yang diselenggarakan oleh JPMorgan Chase & Co.

“(Perusahaan) bergulat dengan resolusi pemegang saham yang mengharuskan perusahaan untuk menjelaskan bagaimana pengeluarannya selaras dengan [kesepakatan] Paris,” tambah Dudley, seperti dilansir dari Bloomberg.

Satu proposal yang dipertimbangkan oleh tim manajemen BP adalah meninggalkan proyek-proyek yang paling intensif dengan karbon. Meski demikian, Dudley tidak akan mengatakan aset mana yang menjadi target perusahaan karena adanya keterlibatan pemerintah dan mitra-mitra.

“Kami yakin kami memiliki jalan, mungkin tidak linier, untuk konsisten dengan tujuan Paris,” ujar Dudley dalam perbincangan dengan kepala riset minyak JPMorgan Christyan Malek.

“Akan ada proyek-proyek yang tidak kami lakukan, hal-hal yang mungkin telah kami lakukan di masa lalu. Jenis minyak tertentu, misalnya, yang memiliki jejak karbon berbeda,” jelasnya.

Komentar-komentarnya seakan turut menanggapi derasnya kritik yang ditujukan kepada seluruh industri minyak atas kontribusinya terhadap perubahan iklim buatan manusia.

Para pemegang saham BP sendiri sampai harus beradu pendapat dengan manajer perusahaan dalam rapat umum tahunan pada bulan Mei, sebelum sepakat untuk meminta perusahaan mengeluarkan laporan tentang bagaimana setiap investasi baru selaras dengan kesepakatan Paris. Laporan ini akan dikeluarkan sebelum rapat umum tahunan berikutnya pada Mei 2020.

Namun, rencana tersebut dapat menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana menjual aset-aset ke produsen lain dapat membantu mengurangi emisi global.

Misalnya, Dudley mengatakan bahwa penjualan ladang-ladang minyak dan gas BP di Alaska bulan lalu membantunya mengurangi jejak karbon perusahaan.

Akan tetapi, si pembeli justru berencana untuk berinvestasi lebih banyak di ladang-ladang itu daripada yang akan dilakukan BP. Hal ini dapat meningkatkan produksi dan meningkatkan emisi dalam proses tersebut.

Dudley mengatakan bahwa dia menghadapi tantangan berinvestasi dalam bisnis-bisnis terbarukan dengan return yang relatif rendah sambil mempertahankan dividen besar perusahaan.

Dia juga mengingatkan siapapun yang tidak mengakui manfaat ketika BP berinvestasi dalam teknologi rendah karbon, bahwa penilaian apapun tentang jejak karbonnya seharusnya juga mencakup emisi yang dihindari.

“Kami akan mengurangi emisi dari operasi-operasi kami, mengurangi emisi dari produk-produk kami dan menghasilkan model-model bisnis baru,” katanya.

“Jika Anda menambahkan semua angka-angka itu dalam pengurangan gas rumah kaca, Anda hampir tidak mendapatkan kredit ketika melakukan perhitungan-perhitungan itu.”

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, perubahan iklim

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top