Survei AmCham Shanghai: Perusahaan AS Tolak Tarif Trump

Survei terbaru oleh Kamar Dagang Amerika (AmCham) di Shanghai menunjukkan bertambahnya pesimisme perusahaan-perusahaan AS tentang strategi Presiden Donald Trump untuk meningkatkan penjualan mereka di pasar China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 September 2019  |  16:50 WIB
Survei AmCham Shanghai: Perusahaan AS Tolak Tarif Trump
Suasana di Pelabuhan Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, 8 September 2018. - REUTERS/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA – Survei terbaru oleh Kamar Dagang Amerika (AmCham) di Shanghai menunjukkan bertambahnya pesimisme perusahaan-perusahaan AS tentang strategi Presiden Donald Trump untuk meningkatkan penjualan mereka di pasar China.

Dari 333 anggota yang ambil bagian dalam survei tahunan oleh AmCham di Shanghai, sekitar 75 persen mengatakan menentang langkah pengenaan tarif oleh pemerintah AS.

Angka tersebut lebih tinggi dari 69 persen setahun yang lalu. Sementara itu, hanya 14 persen yang mengatakan mendukung pengenaan tarif oleh pemerintahan Presiden Trump atau meningkat lima poin persentase.

Dalam melakukan survei ini, kelompok bisnis AS tersebut bekerja sama dengan PwC Consulting Services di China sejak 27 Juni hingga 25 Juli 2019 dan merilis temuan tersebut dalam suatu konferensi pers di Shanghai.

“Ini bukanlah pasar yang siap untuk ditinggalkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika, tidak sama sekali,” ujar Presiden AmCham Shanghai Ker Gibbs kepada awak media, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (11/9/2019).

Alih-alih tarif, sekitar 29 persen responden menyerukan dialog pemerintah yang ditingkatkan serta 24 persen menginginkan lebih banyak tekanan multilateral dengan UE dan kelompok-kelompok lain.

Hanya 7 persen yang memperkirakan akan adanya peningkatan hubungan perdagangan dalam enam bulan ke depan, dibandingkan dengan 36 persen yang mengatakan situasi ini akan bertahan selama satu hingga tiga tahun.

Selain itu, sebanyak 13 persen mengatakan memperkirakan ketegangan perdagangan akan berlanjut selama tiga hingga lima tahun, dan 17 persen mengatakan bahwa mereka memperkirakan situasi ini akan berlangsung tanpa batas waktu.

Dari perusahaan-perusahaan yang disurvei, hanya 5 persen yang mengatakan tarif tersebut telah menyebabkan peningkatan pendapatan mereka, dibandingkan dengan sepertiga yang mengatakan pendapatan mereka telah menurun sebanyak 10 persen. Adapun sekitar 13 persen dari responden mengatakan pendapatan mereka menurun sebanyak 20 persen.

Survei itu juga mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pemerintahan Trump dalam perang dagang, yakni mengakhiri pemindahan paksa teknologi dan kekayaan intelektual oleh perusahaan-perusahaan AS dengan imbalan akses ke pasar China, ternyata bukanlah isu utama bagi anggota AmCham Shanghai.

Hanya 4,4 persen responden yang mengatakan masalah itu hal terpenting bagi bisnis mereka. Adapun 13 persen responden melaporkan tekanan untuk transfer teknologi, atau turun 8,2 poin persentase dari survei pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top