Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rudiantara : Lebih dari 20 Negara Viralkan Isu Papua

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa berdasarkan pantauan timnya, konten Papua terdeteksi bukan hanya berbahasa Indonesia, tapi juga bahasa Inggris. Ada pula yang berbahasa Indonesia dengan tagging (tagar) bahasa asing.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 September 2019  |  16:05 WIB
Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Menkominfo Rudiantara (kiri) meninggalkan ruangan seusai melakukan pertemuan dengan forum pemred terkait perkembangan arus informasi Papua di Kantor Kemenkominfo,Jakarta, Selasa (3/9/2019). - ANTARA FOTO / Wahyu Putro A
Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Menkominfo Rudiantara (kiri) meninggalkan ruangan seusai melakukan pertemuan dengan forum pemred terkait perkembangan arus informasi Papua di Kantor Kemenkominfo,Jakarta, Selasa (3/9/2019). - ANTARA FOTO / Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Isu tentang gejolak di Papua dan Papua Barat viral di sejumlah negara. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat lebih dari 20 negara terdeteksi menyebarkan informasi konten Papua.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa berdasarkan pantauan timnya, konten Papua terdeteksi bukan hanya berbahasa Indonesia, tapi juga bahasa Inggris. Ada pula yang berbahasa Indonesia dengan tagging (tagar) bahasa asing.

“Itu kami lihat ada 20 negara, lebih dari 20 negara. Lupa saya tepatnya 20 berapa negara yang memang tempat berasal mention. Jadi, isu Papua ini bukan hanya isu domestik tapi ada juga dari internasional,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Rudiantara menjelaskan bahwa umumnya asal negara luar tersebut di Benua Eropa dan Asia.

“Faktanya yang kami rekam ada dari yang mention tentang Papua. Karena kan kanal yang digunakan itu sudah 500-an ribu lebih. Nah itu ada yang berasal dari luar negeri,” jelasnya. 

Masifnya informasi soal Papua paling banyak di Twitter. Lebih dari 90 persen konten tersebar di sana.

Di sisi lain saat ini pemerintah telah mulai membuka akses internet di Bumi Cendrawasih. Pembatasan karena banyak informasi bohong yang beredar sehingga memperkeruh suasana.

“Artinya nanti data internet bisa jalan lagi. Nah bertahap itu dalam artian kabupaten kotanya,” ucap Rudiantara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kemenkominfo
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top