Antrean Haji Indonesia Mencapai 20 Tahun

Kabupaten Landak, Buru Selatan, dan Kepulauan Sula tercatat menjadi daerah dengan antrean terpendek, yakni 9 tahun. Antrean terpanjang mencapai 41 tahun dengan perkiraan keberangkatan pada 2060 ada di Bantaeng, Sulawesi Selatan
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  19:51 WIB
Antrean Haji Indonesia Mencapai 20 Tahun
Jemaah haji 2019 berada di Masjidil Haram, Makkah. - Reuters/Umit Bektas

Bisnis.com, JAKARTA—Calon jemaah haji asal Indonesia harus menunggu sekitar 20 tahun untuk dapat melaksanakan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Endang Djumali, Konsul Haji KJRI Jeddah, mengatakan antrean keberangkatan haji di Indonesia rata-rata mencapai 20 tahun. Kabupaten Landak, Buru Selatan, dan Kepulauan Sula tercatat menjadi daerah dengan antrean terpendek, yakni 9 tahun.

“Antrean terpanjang mencapai 41 tahun dengan perkiraan keberangkatan pada 2060 ada di Bantaeng, Sulawesi Selatan,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (27/8/2019).

Antrean keberangkatan haji di Indonesia sendiri masih lebih pendek dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 120 tahun, dan Singapura dengan antrean selama 34 tahun.

Endang menyebut Indonesia saat ini merupakan negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, yakni 231.000 orang yang dibagi ke dalam 529 kelompok penerbangan. Selain itu, Indonesia juga mengirimkan 4.200 petugas penyelenggara ibadah haji ke Arab Saudi.

Adapun rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia saat ini mencapai US$2.500. Biaya yang diperlukan tersebut hampir sama dengan biaya untuk penyelenggaraan ibadah haji di Malaysia.

Di Asean, Malaysia menjadi negara dengan kuota haji terbanyak kedua setelah Indonesia. Negara itu mengirimkan 33.000 jemaah haji pada tahun ini yang dibagi ke dalam 69 penerbangan, dan 700 petugas.

Thailand menjadi negara dengan jemaah haji terbanyak urutan ketiga di Asean dengan mengirimkan 8.500 jemaah haji yang dibawa dengan 58 penerbangan, dan terdapat 130 petugas haji yang dibantu dengan 50 orang petugas lokal.

“Meski menjadi negara urutan ketiga terbanyak dalam mengirimkan jemaah haji tahun ini, antrean keberangkatan di Thailand hanya 1 tahun,” ujarnya.

Kemudian Singapura mengirimkan 1.500 jemaah haji yang dibagi ke dalam 40 penerbangan, dan harus membayar US$8.000—US$13.000 untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, Brunei Darussalam mengirimkan 1.000 jemaah haji dan 35 petugas yang dibagi ke dalam 4 penerbangan. Biaya penyelenggaraan ibadah haji negara itu mencapai US$4.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top