Seleksi Capim KPK : Alexander Marwata Bicara Soal Koordinasi Antarpenegak Hukum

Masih kurangnya koordinasi antara penegak hukum menjadi alasan untuk diperbaiki ke depan.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  11:55 WIB
Seleksi Capim KPK : Alexander Marwata Bicara Soal Koordinasi Antarpenegak Hukum
Alexander Marwata. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019—2023 Alexander Marwata mendapat giliran pertama dalam sesi wawancara dan uji publik yang digelar di lingkungan Kantor Sekretariat Negara, Selasa (27/8/2019).

Alex menjawab pertanyaan anggota Pansel dari alasan daftar kembali, soal calon titipan hingga susahnya mendapat dari berita acara pemeriksaan (BAP) dari anak buahnya sendiri.

Alex mengaku belum berhasil dalam memimpin lembaga antirasuah sehingga mengajukan diri kembali di periode mendatang.

Dia mengatakan masih kurangnya koordinasi antara penegak hukum menjadi alasan untuk diperbaiki ke depan.

Tak hanya itu, efektivitas penindakan di KPK juga dinilai masih perlu ditingkatkan, di samping lamanya proses penyidikan dan penuntutan yang menjadi pekerjaan rumah pimpinan saat ini. Alex mengaku pola pengontrolan masih dirasa kurang.

"Saya akui Kasatgas sangat bebas, saya setuju indepenedensi, tapi tidak boleh tidak diawasi," kata Alex.

Dia kemudian bercerita soal susahnya mendapat BAP saksi yang dihadirkan di suatu perkara di KPK. Dia heran sebagai pimpinan tidak boleh mendapat salinan BAP tersebut. 

"Saya yang menerbitkan sprindik, kok, malah enggak boleh? Ini harus diperbaiki," kata dia.

Dia mengaku akan memperbaiki kekurangan KPK yang terjadi saat ini, dengan membuat sistem yang lebih detail sehingga BAP para saksi dapat diakses pimpinan secara langsung. Semua itu akan diperintahkan ke deputi masing-masing bidang.

"Jadi seluruh penyidikan, penyitaan bisa diakses pimpinan."

Bahkan, menurut Alex, perlahan saat ini sudah dibuat sistem, misalnya, di ruang-ruang pemeriksaan pimpinan KPK bisa mengakses. Kemudian, setiap penyidik KPK dilarang membawa laptop sendiri yang berujung pada tersebarnya BAP ke pihak lain.

"Kita sudah buat sistem semua data BAP dibuat sistem jadi pimpinan bisa diakses," kata dia.

Alex juga menjawab soal calon titipan yang dapat melemahkan KPK. Pertanyaan itu diajukan oleh anggota Pansel Hendardi. Dengan tegas, Alex membantah dan tidak melemahkan lembaga yang dipimpinnya sebagai wakil ketua saat ini.

"Saya bukan titipan siapapun, saya pimpinan yang jarang komunikasi dengan pejabat DPR, tokoh politik," katanya.

Dia menjawab tidak pernah bertemu dengan pejabat negara dengan tujuan tertentu. Kegiatan setelah berkerja di KPK adalah bergegas pulang dan berkumpul bersama keluarga.

"Mungkin ada yang mendukung saya, saya enggak tahu," ujar Alex.

Terkait upaya pelemahan KPK yang dikhawatirkan banyak orang, dia menjawab bahwa hal itu adalah adalah terkait penyadapan. Dia juga menjawab pertanyaan Pansel soal ketidaktegasan dalam memimpin.

 Alex beralasan bahwa keputusan di KPK diambil secara kolektif kolegial bersama empat komisioner lainnya sehingga membantah tak tegas dalam mengambil keputusan.

"Dalam beberapa kasus saya tidak setuju tapi semua ada dasarnya ketika mayoritas setuju saya buat catatan. Kalau dianggap tidak tegas saya tidak sependapat, saya tidak setuju tanpa alasan dan semua saya beri alasan," kata dia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, KPK, Pansel KPK, seleksi capim kpk

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top