Atasi Penyebaran Video Hoaks, Akses Internet di Fakfak Diperlambat

Akses Internet di wilayah Fakfak diperlambat karena masih ada video palsu atau hoaks yang beredar mengenai penembakan pelajar Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:29 WIB
Atasi Penyebaran Video Hoaks, Akses Internet di Fakfak Diperlambat
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah kembali melakukan thortling atau perlambatan akses Internet khusus di wilayah Fakfak Papua Barat sejak pukul 09.00-18.00 waktu setempat hari ini.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ferdinandus Setu mengatakan akses Internet di wilayah Fakfak diperlambat karena masih ada video palsu atau hoaks yang beredar mengenai penembakan pelajar Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Pria yang akrab disapa Nando itu memprediksi aksi kemarahan masyarakat hari ini dipicu oleh video yang sampai saat ini masih viral di Fakfak.

"Memang untuk hari ini, kami juga melakukan perlambatan akses Internet, khususnya di wilayah Fakfak karena masih beredar video hoaks yang memicu kemarahan warga di sana," tutur Nando kepada Bisnis, Rabu (21/8/2019).

Menurut Nando pada Selasa (20/8/2019) juga dilakukan perlambatan akses Internet di wilayah Manokwari dan Sorong.

Namun, karena situasi di wilayah tersebut sudah mulai reda, maka pembatasan akses Internet hanya dilakukan di Fakfak sepanjang hari ini.

"Kalau kemarin kami melakukan pembatasan akses Internet sejak 09.00-20.30 waktu setempat di beberapa wilayah. Kalau hari ini dari pukul 09.00-18.00 tergantung situasi, kalau sudah reda di sana mungkin bisa lebih cepat lagi," kata Nando.

Nando menjelaskan, jika sampai hari ini masih ada akses Internet yang lambat selain di wilayah Fakfak, Papua Barat, maka itu merupakan dampak sistem dari pembatasan Internet pada hari sebelumnya.

"Tetapi semuanya akan normal seperti biasa," ujar Nando.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet, papua, kominfo

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top