Moeldoko Pastikan Perekrutan Rektor Asing Dimulai dari PTS

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, rektor asing yang akan dipekerjakan untuk memimpin PTS ini akan berasal dari salah satu negara di Asia. Dia berjanji akan mengumumkan negara asal rektor asing ini dalam waktu dekat.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  16:40 WIB
Moeldoko Pastikan Perekrutan Rektor Asing Dimulai dari PTS
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana perekrutan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia akan dimulai dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, rektor asing yang akan dipekerjakan untuk memimpin PTS ini akan berasal dari salah satu negara di Asia. Dia berjanji akan mengumumkan negara asal rektor asing ini dalam waktu dekat.

“Saya sudah berbicara dengan Menristekdikti, rencana akan diawali salah satu perguruan tinggi swasta. Ada nanti [rektor asing] kami akan hadirkan dari kawasan Asia,” kata Moeldoko di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Saat ini Kemenristekdikti tengah mengkaji sejumlah regulasi untuk mendukung perekrutan rektor asing. Aturan yang akan dikaji yakni UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2015 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

Menurut Moeldoko, perekrutan rektor asing bertujuan membangun daya saing Indonesia dalam kompetisi global. Dia memprediksi kehadiran rektor asing akan membuat rektor-rektor dari dalam negeri terpacu semangatnya agar tidak kalah prestasinya.

“Tujuan utama adalah membangun persaingan global, kalau nanti ada rektor asing maka akan malu itu kalau kalah. Untuk membangun kompetisi,” katanya.

Moeldoko menampik anggapan bahwa perekrutan rektor asing karena rektor dari Indonesia kurang kualitasnya. Kehadiran rektor asing dianggapnya justru bisa meningkatkan kehebatan rektor dari dalam negeri.

Adanya aturan yang mendukung rektor asing agar memimpin perguruan tinggi diyakini mampu membawa perguruan tinggi di Indonesia menduduki 100 besar peringkat dunia.

Hingga saat ini hanya tiga perguruan tinggi di Indonesia yang masuk 500 besar peringkat dunia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menristekdikti Mohamad Nasir pernah mengatakan, perlu dilakukan lompatan untuk dapat meningkatkan peringkat perguruan tinggi Indonesia di mata dunia sehingga diperlukan kolaborasi antara sumber daya manusia dalam dan luar negeri.

Nasir bahkan mencontohkan pendidikan tinggi di Singapura yang bergerak maju karena banyak dosen dan rektornya dari asing atau dari luar Singapura.

Contohnya, Nanyang Technological University pernah dipimpin oleh rektor asing dari luar Singapura pada periode 2011--2017 yakni Bertil Andersson sehingga saat ini menjadi perguruan tinggi yang luar biasa di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rektor, kemenristekdikti

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top