Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 950 Meter

Awan panas yang meluncur karena guguran erupsi Gunung Merapi, Rabu (15/8/2019) pagi dapat meluncur hingga 950 meter.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:34 WIB
Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur hingga 950 Meter
Gunung Merapi mengeluarkan material vulkanis saat terjadi letusan freatik terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Awan panas yang meluncur karena guguran erupsi Gunung Merapi, Rabu (15/8/2019) pagi dapat meluncur hingga 950 meter.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luncuran awan panas Gunung Merapi menuju ke arah hulu Sungai Gendol. Status Gunung Merapi tetap di level II atau Waspada akibat adanya luncuran awan panas.

Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Gunung Merapi sudah beberapa hari ini mengalami erupsi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada 10 Agustus 2019 terjadi 10 kali gempa guguran, 1 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frequency, 1 kali gempa Hybrid/fase banyak dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.

"BMKG mengimbau kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana," ujar Agus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

BNPB juga mengimbau agar tidak ada aktivitas penduduk hingga jarak 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kemudian, masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III mohon meningkatkan kewaspadaannya.

Kawasan Rawan Bencana (KRB) III merupakan area yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik.

Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial.

"Otoritas setempat memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)-Badan Geologi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, bnpb, gunung merapi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top