Gelombang Unjuk Rasa Hong Kong Masuki Pekan Kedelapan

Para pengunjuk rasa meluapkan ketidakpuasan terhadap sistem yang berlaku di kota pelabuhan itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  06:16 WIB
Gelombang Unjuk Rasa Hong Kong Masuki Pekan Kedelapan
Pengunjuk rasa memenuhi kawasan Yuen Long di Hong Kong, China, Sabtu (27/7/2019). - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA -- Hong Kong diperkirakan kembali diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran pada Minggu (28/7/2019), yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sistem yang berlaku di kota pelabuhan itu.
 
Pada Sabtu (27/7), gelombang protes kembali terjadi, sekaligus menjadi akhir pekan kedelapan berturut-turut berlangsungnya aksi unjuk rasa oleh warga Hong Kong. Protes yang awalnya menolak penerapan RUU Ekstradisi, sekarang berkembang menjadi ketidakpuasan secara umum terhadap administrasi Hong Kong yang berada di bawah China. 
 
Sejak diserahkan oleh Inggris ke China, Hong Kong memberlakukan "one country, two systems". 
 
Protes yang berlangsung kemarin, seperti dilansir dari Bloomberg, diikuti oleh ribuan pengunjuk rasa. Mereka memenuhi kawasan Yuen Long di utara Hong Kong, dekat perbatasan dengan China daratan, sebagai bentuk penolakan terhadap serangan yang diduga dilakukan oleh anggota triad terhadap para pengunjuk rasa di stasiun kereta bawah tanah pada pekan lalu.
 
Pemerintah Hong Kong menyesalkan unjuk rasa tersebut dan mengutuk para pengunjuk rasa yang disebut menyerang barikade polisi, mengganggu kedamaian publik, dan menentang hukum. Adapun polisi menuding para pengunjuk rasa tidak memikirkan keamanan pribadi warga setempat dan publik.
 
Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa. Yolanda Yu, salah satu pejabat Kepolisian Hong Kong, menyatakan bahwa para pengunjuk rasa melemparkan pemadam api ke petugas. 
 
Max Chung, koordinator unjuk rasa, mengklaim sekitar 288.000 orang ikut serta dalam protes ini. 
 
"Kami belum melihat perkembangan apapun dari pemerintah. Oleh karena itulah, kami harus terus turun ke jalan," ujar Cat Cheung, mahasiswa yang ikut berunjuk rasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top